sekitarbandung.com – Persib Bandung dipastikan mendapatkan keuntungan signifikan dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Federasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menetapkan regulasi baru yang melarang penggunaan lapangan rumput sintetis di semua kompetisi antarklubnya.
Aturan ini secara langsung menguntungkan Maung Bandung, terutama saat menghadapi salah satu lawan mereka di fase grup, Lion City Sailors FC dari Singapura.
Menurut laporan dari media Singapura The Straits Times, keputusan AFC ini dibuat untuk meningkatkan kualitas permainan.
Dalam sebuah memo resmi yang dikeluarkan pada 11 Juni, AFC menyatakan bahwa larangan penggunaan rumput sintetis adalah langkah strategis untuk memastikan standar tertinggi dalam kompetisi. Kebijakan ini juga merupakan respons atas masukan dari banyak tim peserta.
Larangan ini mencakup beberapa kompetisi besar Asia lainnya, seperti Kualifikasi Piala Dunia, Piala Asia, Liga Champions Asia Elite, dan Liga Champions Wanita AFC. Dengan aturan baru ini, lapangan pertandingan yang digunakan harus menggunakan rumput alami.
Kilasan Laga Musim Lalu: Keluhan Bojan Hodak Jadi Bukti
Bagi Persib, aturan baru ini menjadi angin segar. Musim lalu, mereka sudah pernah berhadapan dengan Lion City Sailors di ACL 2024/2025.
Meskipun berhasil menang 3-2 di Singapura, pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terang-terangan mengeluhkan kondisi lapangan di Stadion Jalan Besar yang menggunakan rumput sintetis.
Masalah serupa juga dialami oleh klub lain yang berada satu grup dengan Persib saat itu, yakni Zhejiang dari Tiongkok. Para pemain, termasuk Marc Klok, harus beradaptasi dengan permukaan lapangan yang berbeda dari rumput alami.
Dengan adanya larangan ini, Bojan Hodak dan para pemain Persib tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah kondisi lapangan.
Persib Unggul di Grup G, Pelatih Lawan Beri Pengakuan
Di ACL 2025/2026, Persib berada di Grup G bersama Bangkok United (Thailand), Selangor FC (Malaysia), dan Lion City Sailors FC (Singapura). Bangkok United dan Selangor FC diketahui memiliki stadion dengan rumput alami, sehingga kondisi lapangan tidak menjadi kendala. Namun, bagi Lion City Sailors, regulasi baru ini bisa menjadi kerugian.
Pelatih BG Tampines Rovers, Gavin Lee, yang juga berpartisipasi di ACL 2, mengakui bahwa lapangan sintetis memang memberikan keuntungan bagi tim-tim Singapura.
“Saya akan berbohong jika mengatakan bahwa lapangan sintetis tidak menjadi keuntungan bagi tim Singapura saat kami menjamu lawan di Stadion Jalan Besar,” ujarnya kepada The Straits Times.
Baca juga : Persib Bandung Kejutkan Fans! Reno Piscopo Dikabarkan Siap Merapat
Gavin juga memahami mengapa AFC mengambil langkah ini, mengingat hampir semua turnamen besar global dimainkan di lapangan rumput alami.
Dengan demikian, aturan baru ini bisa menjadi faktor penentu yang memberikan Persib dan tim-tim lain keuntungan saat bertandang ke Singapura, sekaligus memastikan kualitas pertandingan yang lebih baik secara keseluruhan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

