Strategi Manajemen Risiko BRI: Kunci Jaga Kualitas Portofolio Kredit 2025

sekitarbandung.com – Strategi Manajemen Risiko BRI kembali menjadi sorotan setelah bank pelat merah ini berhasil menjaga kualitas portofolio kredit di tengah tantangan perekonomian nasional maupun

Aracely Azwa

Strategi Manajemen Risiko BRI: Kunci Jaga Kualitas Portofolio Kredit 2025

sekitarbandung.com – Strategi Manajemen Risiko BRI kembali menjadi sorotan setelah bank pelat merah ini berhasil menjaga kualitas portofolio kredit di tengah tantangan perekonomian nasional maupun global. Dalam paparan kinerja keuangan konsolidasian Triwulan II 2025 di Jakarta, BRI menunjukkan indikator yang solid, khususnya dari sisi kualitas aset dan penguatan manajemen risiko.

Strategi Manajemen Risiko BRI dalam Menjaga Kualitas Kredit

Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, menyampaikan bahwa hingga akhir Juni 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat 3,04%, membaik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari strategi penyaluran kredit yang selektif, diperkuat dengan monitoring berlapis serta proses penagihan dan pemulihan (collection & recovery). Dengan langkah tersebut, BRI mampu menjaga portofolio kredit yang sehat sekaligus berkelanjutan.

Baca Juga: Penghapusan PBB Bandung Barat 2025, Jeje Ritchie Ismail Beri Kado Spesial untuk Warga

Penguatan Monitoring dan Recovery Kredit

BRI tak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga pengelolaan risiko sejak dini. Salah satunya dengan memperkuat sistem monitoring terhadap debitur, melakukan penagihan berbasis digital, hingga menerapkan program recovery untuk mengantisipasi potensi kredit bermasalah.

Langkah-langkah ini sejalan dengan praktik prudential banking, yaitu prinsip kehati-hatian dalam bisnis perbankan agar kepercayaan nasabah tetap terjaga.

Untuk memahami lebih jauh prinsip prudential banking, Anda bisa mengunjungi laman resmi OJK Indonesia.

Pencadangan dan Coverage Ratio BRI

Mucharom menjelaskan, BRI tetap menyiapkan pencadangan yang memadai. Rasio NPL Coverage tercatat di angka 188,84%. Angka ini menunjukkan bahwa bank memiliki bantalan (buffer) yang kuat untuk menghadapi potensi risiko ke depan.

“Dengan coverage ratio yang tinggi, BRI tidak hanya menjaga stabilitas neraca, tetapi juga memberikan keyakinan bagi investor dan regulator bahwa fundamental perusahaan tetap kuat,” ujarnya.

Dampak Strategi Manajemen Risiko BRI terhadap UMKM

Segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi fokus utama BRI. Lebih dari separuh portofolio kredit perseroan tersalurkan ke sektor ini. Oleh karena itu, pengelolaan risiko yang tepat menjadi penentu keberlanjutan pembiayaan UMKM di seluruh Indonesia.

“Penyaluran kredit kami ke UMKM dilakukan dengan hati-hati agar tetap sehat, tepat sasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Mucharom.

Fokus pada Kredit UMKM yang Sehat

Dalam implementasinya, BRI melakukan asesmen risiko kredit yang lebih prediktif, memperkuat fungsi early warning system, serta mengoptimalkan digital collection. Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah lebih dini sebelum menimbulkan dampak signifikan.

Peran Early Warning System dan Digital Collection

Transformasi manajemen risiko BRI mencakup pemanfaatan data analytics untuk meningkatkan prediksi risiko, serta penerapan risk-based decision making di seluruh lini bisnis. Selain itu, kesadaran risiko juga ditanamkan pada semua level organisasi agar tercipta budaya kerja yang tangguh menghadapi dinamika ekonomi.

 Sebagai perbandingan, strategi pengelolaan risiko di sektor keuangan juga diatur oleh Kementerian Keuangan RI.

Kinerja Keuangan Solid

Hasil dari penerapan strategi manajemen risiko ini terlihat dari kinerja BRI Group. Hingga Juni 2025, laba konsolidasian tercatat Rp26,53 triliun, sedangkan total aset tumbuh 6,52% year on year menjadi Rp2.106,37 triliun.

Capaian ini menegaskan bahwa penguatan manajemen risiko tidak hanya melindungi bank dari potensi kerugian, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat manajemen risiko sebagai bagian integral dari transformasi bisnis. Dengan langkah yang adaptif, BRI siap menjaga posisi sebagai lembaga keuangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar