sekitarbandung.com – Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah menunjukkan tren positif. Survei terbaru Indonesian Social Survey (ISS) mencatat 78 persen masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintah, meski tantangan ekonomi masih membayangi.
Publik Merasa Lebih Bahagia dan Aman
Direktur Eksekutif ISS, Whinda Yustisia, menyampaikan hasil survei menggambarkan masyarakat yang lebih bahagia, sehat, dan merasa aman. Tingkat kepercayaan kepada sesama maupun lembaga negara juga meningkat signifikan.
Namun, survei ini juga menyoroti bahwa aspek ekonomi rumah tangga masih menjadi tantangan terbesar yang belum sepenuhnya terpecahkan.
Baca Juga: BPBD Bandung Siaga Gempa: Tips Evakuasi Mandiri dan Titik Aman Warga
Indeks Kualitas Hidup
Penelitian dilakukan pada Juli 2025 terhadap 2.200 responden di 38 provinsi. Hasilnya, indeks kualitas hidup nasional mencapai skor 65 dari 100 atau masuk kategori “cukup baik”.
Tujuh aspek yang diukur meliputi:
-
kesejahteraan psikologis (67,3),
-
kesehatan (70,1),
-
keamanan (72,3),
-
kepercayaan sosial & institusi (70,2),
-
partisipasi politik (69,7),
-
kesejahteraan ekonomi (42,6),
-
serta kualitas lingkungan (62,9).
Meski nilai ekonomi masih rendah, faktor non-ekonomi seperti rasa aman dan kualitas layanan dasar memberi dorongan besar pada kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.
Kepercayaan Tinggi pada Presiden
ISS mencatat, kepercayaan publik terhadap Presiden mencapai 90,9 persen, tertinggi sejak era reformasi. Selain itu, kepuasan juga ditopang oleh layanan pendidikan, keamanan, dan jalannya demokrasi.
“Dari 39 indikator, hanya delapan yang benar-benar berpengaruh, di antaranya fasilitas pendidikan, rasa aman, dan kepercayaan terhadap institusi negara,” jelas Whinda.
Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan paling diingat masyarakat. Sebanyak 67 persen responden menyebut program ini secara spontan, 89 persen mengenalnya, dan 82 persen menilai manfaatnya nyata.
Walau begitu, ada sebagian masyarakat yang menilai manfaat MBG belum sepenuhnya meringankan beban ekonomi keluarga.
Dampak Langsung ke Rumah Tangga
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fithra Faisal, menjelaskan MBG bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.
“Kalau ada dua anak sekolah, keluarga bisa menghemat hingga Rp600 ribu per bulan. Program ini memang bukan bantuan tunai, tapi jelas membantu biaya sehari-hari,” ungkapnya.
Per Agustus 2025, program MBG telah menjangkau 12–20 juta penerima manfaat dan menyerap 290 ribu tenaga kerja. Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp757,8 triliun untuk pendidikan, termasuk renovasi sekolah dan peningkatan kualitas guru.
Menuju Indonesia Emas 2045
Fithra menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Tanpa SDM yang unggul, pertumbuhan ekonomi dan industri tidak akan berjalan optimal.
“Indonesia harus menyiapkan generasi yang siap menghadapi era society 5.0. Itu sebabnya SDM jadi prioritas utama,” tambahnya.
Dengan capaian kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang mencapai 78 persen, pemerintah dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk melangkah menuju masa depan yang lebih optimis.
Sebagai informasi tambahan, survei ini dirilis oleh Indonesian Social Survey (ISS) yang rutin melakukan penelitian tentang kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

