sekitarbandung.com – Setelah aksi unjuk rasa besar yang berlangsung di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8/2025), suasana Kota Bandung mulai berangsur pulih. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) bergerak cepat dengan menurunkan 50 personel untuk membersihkan sisa-sisa material pembakaran, sampah, dan reruntuhan yang berserakan di jalan raya, taman, hingga gedung-gedung publik.
Kepala Diskarmat Bandung, Soni Bakhtiyar, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Sejak malam kejadian, Diskarmat sudah siaga mengantisipasi potensi kebakaran. Begitu massa membubarkan diri, tim langsung dikerahkan ke berbagai titik terdampak.
Baca Juga: Unisba Dirikan Posko Kesehatan untuk Korban Demo Ricuh di DPRD Jawa Barat
Fokus Pembersihan di Lokasi Vital
Personel Diskarmat menyisir kawasan yang mengalami kerusakan paling parah, di antaranya:
-
Halaman Gedung DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro
-
Ruas Jalan Diponegoro dari depan Gedung Sate hingga Simpang Tiga Diponegoro
-
Perempatan Dago dan median jalan sekitar Flyover Cikapayang
-
Beberapa ruas jalan pusat kota yang dipenuhi puing serta material sisa pembakaran
“Target kami jelas, Bandung harus kembali bersih secepat mungkin agar arus lalu lintas normal dan warga tidak terganggu aktivitasnya,” ungkap Soni.
Gedung dan Rumah Warga Ikut Terdampak
Selain fasilitas publik, beberapa bangunan ikut menjadi korban. Data sementara mencatat:
-
Mes MPR RI di Jalan Diponegoro mengalami kerusakan parah
-
Rumah Makan Sambara terbakar di bagian depan
-
Gedung Bank di kawasan Dago-Sulanjana terdampak api
-
Dua rumah warga di Jalan Gempolsari, Kelurahan Citarum juga ikut terbakar
“Selain membersihkan puing, kami tetap siaga di titik-titik tersebut untuk mengantisipasi api muncul kembali,” tambah Soni.
Kesigapan Personel dan Armada
Diskarmat mengerahkan 14 unit kendaraan pemadam, terdiri dari mobil pemadam dan mobil tangki, dengan setiap unit diawaki lima personel. Pasukan ini bekerja sejak pagi hingga sore hari, menyiram jalanan, membersihkan taman, dan mengangkut sisa material ke lokasi pembuangan.
Farhan menegaskan bahwa personelnya juga disiagakan di empat wilayah UPT (barat, timur, utara, selatan) serta Mako Pusat di Jalan Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan jika ada kebakaran susulan, tim bisa segera bergerak.
Warga Bandung Ikut Bergerak
Tidak hanya pemerintah, warga pun mulai ikut serta membersihkan lingkungan mereka. Beberapa komunitas pemuda di sekitar Dago dan Diponegoro menggelar kerja bakti membersihkan jalan.
Rina (32), seorang pedagang di kawasan Dipatiukur, mengaku lega setelah melihat tim Diskarmat turun ke lapangan.
“Kalau jalanan tetap kotor, pembeli juga takut datang. Syukurlah sekarang mulai bersih lagi. Harapan kami, kondisi Bandung bisa segera normal,” katanya.
Pemulihan Fasilitas Publik Jadi Prioritas
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa perbaikan tidak hanya berhenti pada pembersihan. Sejumlah fasilitas vital seperti traffic light, taman kota, dan gedung publik akan dipulihkan dalam waktu dekat.
“Fungsi lampu lalu lintas sangat penting untuk keselamatan warga. Walaupun perbaikan butuh waktu, kami pastikan Bandung segera kembali normal,” ujarnya.
Pemerintah Pusat Turut Terlibat
Karena salah satu gedung yang terbakar adalah Mes MPR RI yang berstatus cagar budaya, Sekretariat Jenderal MPR RI turut dilibatkan. Pemkot Bandung berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk proses rehabilitasi.
Baca lebih lanjut tentang peran Kementerian PUPR dalam pemulihan infrastruktur.
Situasi Kota Mulai Kondusif
Meski kerusuhan sempat membuat aktivitas kota lumpuh, kondisi Bandung mulai kembali kondusif. Pasar tradisional maupun retail modern tetap beroperasi, memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.
Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada Diskarmat dan seluruh pihak yang sigap menanggulangi dampak aksi massa. Ia menegaskan, semangat kebersamaan warga Bandung tidak akan pernah padam meski kota sempat terkoyak.
Dengan turunnya 50 personel Diskarmat dan dukungan lintas instansi, pemulihan Kota Bandung berjalan cepat. Meskipun kerugian material cukup besar, pemerintah memastikan fasilitas vital segera pulih agar warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

