sekitarbandung.com – Sementara banyak daerah di Indonesia tengah menghadapi panasnya gelombang aksi unjuk rasa, suasana di Kabupaten Bandung Barat justru berjalan tenang. Aktivitas warga tidak terganggu, sekolah tetap dibuka, pelayanan publik lancar, dan roda ekonomi berputar. Singkatnya, Bandung Barat kondusif.
Di balik stabilitas ini, ada strategi komunikasi yang berbeda dari biasanya. Alih-alih mengedepankan aparat keamanan saja, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memilih jalur yang lebih sederhana: duduk bersama masyarakat, mendengar, lalu berdialog.
Menyelesaikan Masalah dengan Duduk Bersama
Pada Senin (1/9/2025), Jeje menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat, perwakilan LSM, hingga komunitas lokal. Pertemuan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan ajang curhat dua arah.
“Kalau ada hal yang dirasakan warga, lebih baik dibicarakan langsung. Dengan diskusi, masalah bisa dicari solusinya. Ini membuat Bandung Barat kondusif,” ungkap Jeje.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menampung aspirasi, asalkan disampaikan dengan cara yang santun. Menurutnya, pintu dialog terbuka untuk siapa pun, baik pendukung maupun pihak yang sering bersikap kritis.
Baca Juga: Pemkab Bandung Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Distribusi 120 Ton Beras Murah
Bandung Barat Kondusif, Warga Tenang
Pendekatan itu langsung terasa dampaknya. Di lapangan, masyarakat tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Pedagang di pasar tidak terganggu, siswa tetap belajar di sekolah, dan layanan administrasi pemerintahan berjalan normal.
Bagi warga, kehadiran ruang dialog membuat mereka merasa dihargai. “Kalau ada yang bisa disampaikan langsung ke pemimpin, kami jadi lebih tenang. Tidak perlu ikut-ikutan aksi yang keras,” kata salah satu tokoh masyarakat di Padalarang.
Hal inilah yang menjadi pembeda Bandung Barat dengan beberapa daerah lain. Di saat kota-kota lain harus memperketat pengamanan karena eskalasi massa, Bandung Barat kondusif justru karena warganya merasa didengar.
Dialog Lebih Efektif daripada Konfrontasi
Menurut Jeje, pendekatan represif bukanlah pilihan utama. Ia percaya, ketika masyarakat diberi ruang menyuarakan pendapat, ketegangan bisa diredam sejak awal.
“Yang penting komunikasi. Kalau warga bisa bicara, kita bisa dengar. Semua bisa cari jalan keluar. Jadi tidak ada alasan untuk anarkis,” ujarnya.
Model kepemimpinan ini sejalan dengan filosofi masyarakat Sunda yang mengutamakan musyawarah mufakat. Nilai budaya lokal tersebut diterjemahkan Jeje ke dalam gaya kepemimpinan yang merangkul, bukan menekan.
Merangkul Semua Pihak, Termasuk yang Kritis
Menariknya, Jeje tidak hanya merangkul pihak-pihak yang sejalan dengan pemerintah. Ia juga membuka ruang bagi kelompok yang kritis. “Masukan itu penting, bahkan yang keras sekalipun. Karena dari situlah kita tahu apa yang masih kurang,” jelasnya.
Dengan begitu, Bandung Barat kondusif bukan karena masalah ditutup-tutupi, melainkan karena masalah dibicarakan secara terbuka.
Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Tetap Lancar
Keputusan untuk mengedepankan dialog membuat sektor lain ikut merasakan dampak positif. Dunia pendidikan berjalan normal tanpa hambatan, bahkan orang tua merasa lebih aman melepas anak-anaknya ke sekolah.
Di sisi lain, pelaku usaha juga merasakan manfaatnya. Pedagang pasar, pemilik toko, hingga pelaku UMKM tetap bisa bekerja tanpa khawatir terimbas gejolak sosial. “Kalau aman, jualan juga lancar,” ujar salah satu pedagang di Lembang.
Harapan ke Depan
Bupati Jeje berharap pola dialog ini bisa terus dilestarikan, bukan hanya saat kondisi nasional sedang panas, tetapi juga dalam keseharian pemerintahan. “Bandung Barat harus jadi rumah bersama. Semua elemen saling support untuk kemajuan daerah,” tuturnya.
Ia percaya, selama komunikasi terjaga, pembangunan bisa berjalan lebih baik. Kritik dijadikan bahan evaluasi, sementara dukungan dijadikan penguat.
Kondisi Bandung Barat kondusif bukanlah kebetulan. Ada strategi sederhana tapi kuat di baliknya: membuka telinga dan hati untuk mendengar suara rakyat. Dengan mengutamakan dialog, Bupati Jeje Ritchie Ismail berhasil menjaga ketertiban tanpa harus memperbesar ketegangan.
Situasi ini memberi pelajaran penting: ketika pemerintah mau duduk bersama masyarakat, stabilitas bukan hanya harapan, tapi kenyataan.Informasi lebih luas mengenai program pemberdayaan masyarakat dapat diakses melalui Kementerian Dalam Negeri RI
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

