sekitarbandung.com – Para pedagang di Pasar Baru Trade Center Bandung mengeluhkan menurunnya jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Dari total 4.200 ruang dagang yang tersedia, tingkat okupansi tercatat sekitar 65 persen.
Meski lebih tinggi dibanding pusat perbelanjaan lain seperti ITC dengan 15 persen atau Pasar Kosambi hanya 10 persen, kondisi sepi pembeli membuat pedagang kesulitan untuk bertahan.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, menyebutkan bahwa meski tingkat keterisian kios tergolong masih baik, aktivitas perdagangan jauh menurun.
“Ada 4.200 ruang dagang dan okupasinya sekitar 65 persen. Itu sebenarnya masih lebih bagus dibanding Tanah Abang yang hanya 40 persen. Namun, kenyataannya penjualan tetap lesu karena sepinya pembeli,” ujar Iwan, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, kondisi saat ini berbeda jauh dibanding beberapa tahun lalu, terutama saat libur panjang,“ Kalau dulu long weekend itu pasar sangat padat oleh wisatawan, sekarang mah biasa saja. Untuk membayar karyawan saja pedagang banyak yang kesulitan,” katanya.
Iwan menilai ada beberapa faktor utama yang menyebabkan sepinya pengunjung Pasar Baru. Pertama, persaingan dengan perdagangan online yang semakin masif. Kedua, daya beli masyarakat yang menurun akibat kondisi ekonomi nasional. Situasi politik dan aksi massa belakangan ini juga memperburuk keadaan karena menimbulkan kekhawatiran wisatawan luar kota untuk datang ke Bandung.
“Sekitar 80 persen pengunjung Pasar Baru itu berasal dari luar Bandung, bahkan ada yang datang dari luar pulau hingga luar negeri. Jadi ketika kondisi negeri sedang tidak stabil, otomatis mereka enggan datang. Dampaknya langsung terasa bagi pedagang,” jelasnya.
Meski begitu, Pasar Baru masih memiliki daya tarik tersendiri sebagai pasar wisata belanja. Wisatawan tetap bisa merasakan pengalaman tawar-menawar dan berbelanja langsung, sesuatu yang tidak bisa tergantikan oleh platform online. Namun, tingkat kunjungan disebut menurun hingga 60–70 persen dibanding masa normal.
Baca juga : Produk Obat Mengandung Bahan Kimia Beredar di Bandung
Iwan juga menyebut wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura, masih datang meski jumlahnya jauh berkurang.
“Mereka biasanya ke Jakarta dulu baru ke Bandung. Karena itu, rencana Pemerintah Kota Bandung untuk mereaktivasi Bandara Husein Sastranegara sangat kami sambut baik. Mudah-mudahan dengan itu kunjungan wisata belanja bisa meningkat lagi,” tandasnya.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

