sekitarbandung.com – Debut Thom Haye Persib Bandung menjadi sorotan setelah gelandang anyar asal Belanda itu tampil perdana melawan Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Meski baru bergabung dan belum melalui pramusim penuh, Thom Haye menunjukkan permainan penuh energi yang langsung mencuri perhatian Bobotoh.
“Sekarang kondisi saya semakin membaik. Memang saya tidak ikut pramusim, jadi saya bekerja keras agar lebih bugar, dan sejauh ini berjalan baik,” kata Haye kepada awak media usai pertandingan.
Baca Juga: Ulliam Barros Persib Bandung Ingin Ikuti Jejak David da Silva
Persiapan Menjelang Kompetisi Asia
Debut Thom Haye Persib Bandung bukan hanya sekadar pertandingan biasa. Ia sekaligus menjadi ajang pemanasan menjelang kiprah Maung Bandung di AFC Champions League 2 2025.
Haye menegaskan bahwa dirinya siap beradaptasi lebih cepat demi menyatu dengan tim. “Sama seperti pemain lainnya, kami berlatih bersama dan ada latihan tambahan. Kita lihat nanti untuk pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Adaptasi memang jadi tantangan utama bagi pemain baru, apalagi di klub sebesar Persib yang memiliki tekanan tinggi dari Bobotoh. Namun, Haye tampak cukup cepat memahami gaya permainan tim asuhan pelatih Bojan Hodak.
Atmosfer Luar Biasa di GBLA
Debut Thom Haye Persib Bandung makin terasa istimewa karena berlangsung di Stadion GBLA yang dipadati Bobotoh, meski diguyur hujan deras. Seusai pertandingan, Haye menyempatkan diri menyapa suporter langsung ke arah tribun.
“Tentu saja itu bagus. Atmosfernya luar biasa, apalagi debut ini terjadi saat hujan deras. Semua terasa sedikit gila, tapi ini cara yang menyenangkan untuk memulai. Jadi saya sangat senang,” ujar pemain berusia 30 tahun itu.
Ketika diminta menyebut satu kata untuk menggambarkan pengalamannya, ia menjawab singkat: Indah.
Julukan “Professor” yang Melekat
Sejak pertama kali diperkenalkan, Thom Haye mendapat julukan unik dari publik, yaitu “Professor”. Julukan ini muncul karena gaya mainnya yang cerdas, tenang, dan penuh kalkulasi di lini tengah.
“Itu menyenangkan. Saya rasa sekarang kebanyakan orang tidak lagi memanggil nama saya, tapi bilang ‘prof’. Itu nama yang lucu, lebih akrab, dan saya suka,” kata Haye sambil tersenyum.
Julukan tersebut semakin membuat Haye dekat dengan Bobotoh, yang memang dikenal punya tradisi menciptakan identitas unik untuk pemain kesayangan mereka.
Kontribusi untuk Persib ke Depan
Debut Thom Haye Persib Bandung menjadi modal positif untuk laga-laga selanjutnya, baik di Liga 1 maupun di kancah Asia. Meski belum mencapai kondisi 100 persen, permainan solid yang ia tunjukkan menambah optimisme tim.
Pelatih Bojan Hodak sebelumnya juga menekankan pentingnya peran Haye sebagai pengatur tempo permainan. Dengan pengalaman bermain di Eropa bersama klub seperti Heerenveen dan Willem II, Haye diharapkan bisa menambah kualitas di lini tengah Persib.
Bobotoh sendiri menaruh harapan besar agar sang “Professor” mampu membawa Persib meraih prestasi tinggi, termasuk target juara Liga 1 dan berbicara banyak di kompetisi Asia.
Dukungan Tanpa Henti dari Bobotoh
Tidak bisa dipungkiri, debut Thom Haye Persib Bandung terasa semakin berkesan berkat dukungan penuh Bobotoh. Meski hujan deras mengguyur GBLA, ribuan suporter tetap hadir memberikan semangat.
Atmosfer tersebut membuat pemain baru seperti Haye langsung merasakan betapa fanatik dan loyalnya pendukung Persib. “Itu gila tapi indah. Saya merasa langsung diterima,” ucapnya.
Debut Thom Haye Persib Bandung bukan hanya sekadar pertandingan pertama, melainkan momen awal terciptanya ikatan kuat dengan Bobotoh. Disambut hangat di Stadion GBLA, Haye semakin mantap menyandang julukan “Professor” dan bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi Maung Bandung.
Dengan semangat tinggi, dukungan Bobotoh, dan persiapan matang dari tim, perjalanan Persib di musim ini diprediksi bakal lebih menarik untuk diikuti.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

