Google Digugat Pemilik Rolling Stone dan Variety atas Praktik AI Overviews

sekitarbandung.com – Perseteruan besar antara media dan raksasa teknologi kembali memanas. Google digugat pemilik Rolling Stone dan Variety, yakni Penske Media Corporation (PMC), di pengadilan

Aracely Azwa

Google Digugat Pemilik Rolling Stone dan Variety atas Praktik AI Overviews

sekitarbandung.com – Perseteruan besar antara media dan raksasa teknologi kembali memanas. Google digugat pemilik Rolling Stone dan Variety, yakni Penske Media Corporation (PMC), di pengadilan federal Washington D.C. akhir pekan lalu. Gugatan ini menandai pertama kalinya penerbit besar di Amerika Serikat membawa induk perusahaan Google, Alphabet, ke meja hijau terkait fitur AI Overviews.

Mengapa Google Digugat?

AI Overviews adalah fitur ringkasan berbasis kecerdasan buatan yang muncul di bagian atas hasil pencarian Google. Menurut PMC, praktik ini merugikan industri media karena:

  • Mengurangi lalu lintas pembaca ke situs berita.

  • Menekan pendapatan iklan dan langganan.

  • Konten media dipakai tanpa izin atau lisensi resmi.

Jay Penske, pimpinan PMC yang menaungi Rolling Stone, Billboard, dan Variety, menegaskan gugatan ini penting untuk melindungi masa depan jurnalisme digital.

“Kami punya tanggung jawab memperjuangkan integritas media digital yang kini terancam oleh praktik Google,” kata Jay Penske.

Dampak Bagi Industri Media

PMC mencatat sekitar 20% pencarian Google yang mengarah ke situs mereka kini menampilkan AI Overviews. Angka tersebut diperkirakan terus naik, berkontribusi pada penurunan pendapatan afiliasi lebih dari sepertiga sejak puncaknya akhir 2024.

Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, perusahaan pendidikan daring Chegg juga menggugat Google dengan alasan serupa.

Tanggapan Google

Google melalui juru bicara Jose Castaneda membantah tuduhan itu. Menurutnya, AI Overviews justru membantu pengguna mendapatkan jawaban lebih cepat sekaligus membuka peluang baru bagi media agar lebih mudah ditemukan.

“Dengan AI Overviews, pencarian lebih bermanfaat. Kami akan membela diri dari klaim yang tidak berdasar ini,” ujar Castaneda.

Suara dari Asosiasi Penerbit

News/Media Alliance, organisasi yang mewakili lebih dari 2.200 penerbit di AS, menilai penerbit kini tidak punya opsi untuk keluar dari sistem ringkasan AI Google. CEO organisasi itu, Danielle Coffey, menyebut dominasi Google di pasar pencarian membuat posisi tawar media semakin lemah.

Baca Juga: Ketegangan Thailand vs Kamboja Meningkat, Siapa Unggul Secara Militer?

Ia membandingkan Google dengan perusahaan AI lain seperti OpenAI, yang sudah menjalin kesepakatan lisensi dengan media besar termasuk News Corp, Financial Times, dan The Atlantic.

Kasus ini diprediksi akan berdampak besar pada masa depan hubungan antara industri media dan kecerdasan buatan. Anda bisa membaca analisis lebih lanjut mengenai tren hukum dan AI di Reuters serta liputan mendalam dari The Verge.

Sidang gugatan Google digugat pemilik Rolling Stone dan Variety ini masih berlangsung, namun jelas menjadi tonggak penting dalam perdebatan global soal keadilan distribusi konten digital.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar