sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung semakin serius mencari terobosan untuk menekan angka pengangguran sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satu program unggulan yang kini dipersiapkan adalah UMKM Center Bandung yang akan hadir di 30 kecamatan.
Program ini tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga berfungsi sebagai pusat inovasi bisnis, sarana pelatihan, hingga destinasi wisata kuliner lokal.
Tahap Awal Peluncuran UMKM Center
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa program ini segera memasuki tahap peluncuran awal.
“Insya Allah bulan depan kita sudah launching tiga kecamatan untuk UMKM Start ini,” ujar Erwin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (24/9/2025).
Menurutnya, kehadiran UMKM Center Bandung akan menjadi instrumen penting dalam menekan angka pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bandung. Selain membuka peluang kerja baru, pusat bisnis ini juga ditargetkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tiap kecamatan.
Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: Pemkab Tetapkan Status KLB Usai 364 Siswa Sakit
Konsep UMKM Center Bandung
Dalam konsepnya, UMKM Center tidak sekadar tempat berkumpulnya pelaku usaha. Pemerintah merancangnya sebagai Pusat Inovasi Bisnis dan Kuliner.
“Di sana mereka akan dilatih soal manajemen keuangan, digital marketing, pengembangan ekonomi kreatif, hingga akses pemodalan. Kalau sistemnya sudah matang, pemerintah akan memberi dukungan modal,” jelas Erwin.
Program ini juga akan bersinergi dengan agenda job fair. Jika sebelumnya bursa kerja hanya digelar di tingkat kota, ke depan Pemkot Bandung berencana menghadirkannya langsung di kecamatan. Strategi ini dinilai lebih efektif menjangkau para pencari kerja sekaligus mempertemukan mereka dengan perusahaan dan pelaku usaha lokal.
Dampak bagi Wisata Lokal dan Ekonomi Kreatif
UMKM Center Bandung juga diarahkan menjadi penguat sektor pariwisata kota. Setiap pusat akan memiliki area kuliner khas yang diharapkan mampu menarik wisatawan.
“Harapannya, pengunjung tidak lagi terfokus di satu titik, tapi bisa tersebar ke 30 kecamatan. Jadi setiap wilayah punya ikon kuliner dan inovasi bisnis sendiri,” kata Erwin.
Dengan konsep tersebut, UMKM Center bukan hanya memutar roda ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif dan destinasi kuliner yang terus berkembang.
Lokasi dan Skema Pengelolaan
Mengenai lokasi, pemerintah masih membuka opsi yang fleksibel. UMKM Center bisa ditempatkan di kantor kecamatan, memanfaatkan gedung pemerintah, atau melalui kerja sama kontrak dengan pihak swasta.
Skema ini mirip dengan model koperasi Merah Putih yang mengedepankan kemitraan lintas sektor. Pemerintah akan menggandeng akademisi, pengusaha, serta lembaga swadaya untuk memastikan keberlangsungan program.
Dukungan dan Sinergi Lintas Pihak
Pemkot Bandung menegaskan, keberhasilan UMKM Center sangat bergantung pada sinergi lintas pihak. Untuk itu, pemerintah melibatkan dinas terkait, stakeholder, hingga kalangan akademisi dalam perencanaan.
“Kami sudah mengundang semua pihak untuk mendukung keberadaan UMKM Center ini. Bulan ini atau bulan depan, tiga kecamatan akan segera launching,” ungkap Erwin.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan agenda nasional pemberdayaan UMKM. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus memberikan dukungan regulasi, akses permodalan, hingga pelatihan digital.
Solusi Atasi Pengangguran
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengangguran di perkotaan, termasuk Bandung, masih cukup tinggi. Kehadiran UMKM Center Bandung diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
UMKM Center yang dikombinasikan dengan job fair tingkat kecamatan diproyeksikan bisa menjadi jembatan efektif bagi pencari kerja untuk bertemu dengan perusahaan dan pelaku usaha.
Harapan Pemkot dan Masyarakat
Melalui program ini, Pemkot Bandung berharap roda perekonomian di setiap kecamatan bergerak lebih merata. UMKM Center diharapkan bukan hanya menjadi ruang usaha, tetapi juga wadah inovasi, sarana pembinaan berkelanjutan, serta penopang daya saing pelaku usaha lokal.
“Yang paling penting, bagaimana UMKM Center ini benar-benar berjalan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Erwin.
Dengan semangat kolaborasi, Bandung ingin menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi bisa dinikmati secara merata hingga tingkat kecamatan.
Lihat regulasi resmi di kemenkopukm.go.id.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

