sekitarbandung.com – Dua mantan kapten PSIS Semarang mengalami nasib miris yang sama di musim 2025/2026.
Keduanya bak sulit mendapat tempat di skuad baru setelah hengkang dari klub lama.
Bila di PSIS Semarang kerap dipercaya hingga jadi andalan, di klub baru justru seakan tersingkur dan kalah saing dengan pemain lainnya.
Keduanya adalah Septian David Maulana dan pemain baru Persib Bandung. Alfeandra Dewangga.
Keduanya kerap jadi kapten PSIS Semarang dalam beberapa musim terakhir dan jadi pemain terpercaya.
Baik Septian David Maulana maupun Alfeandra Dewangga hengkang setelah Tim Laskar Mahesa Jenar tersebtu terdegradasi.
Alfeandra Dewangga jadi rekrutan baru Persib Bandung yang pertama diperkenalkan di bursa transfer awal musim 2025/2026.
Sementara itu, Septian David Maulana hijrah ke Malut United dan menjadi rekan sederet mantan pemain Persib Bnadung yang juga pindah ke klub yang sama.
Sayangnya, status bintang dan segudang pengalaman tak cukup membuat keduanya mendapat tempat di skuad baru.
Baik Septian David Maulana maupun Alfeandra Dewangga sama-sama kesulitan mendapat menit bermain.
Lantas, seperti apa nasib Septian David Maulana dan Alfeandra Dewangga setelah hengkang dari PSIS Semarang?
Septian David Maulana
Septian David Maulana adalah pemain yang cukup loyal sekaligus kerap dipercaya menjadi kapten PSIS Semarang.
Pemain berposisi gelandang serang tersebut membela PSIS Semarang pada musim 2018/2019 hingga 2024/2025.
Septian David Maulana mengemas 139 laga dengan koleksi 10.475 menit bermain bagi PSIS Semarang untuk semua kompetisi pada musim 2018/2019 hingga 2024/2025.
Dari 139 laga tersebut, Septian David Maulana mengemas 20 gol, 17 assist dan sembilan kartu kuning.
Pada 1 Juli 2025, Septian David Maulana hengkang dari PSIS Semarang ke Malut United dengan status bebas transfer.
Septian David Maulana mengemas lima laga dengan koleksi 100 menit bermain bagi Malut United di kompetisi Super League 2025/2026.
Ia tak menorehkan gol atau assist dari lima laga tersebut.
Septian David Maulana bak sulit mendapat tempat utama di skuad Malut United menyusul banyaknya stok penyerang dan playmaker asing.
Bahkan, dalam dua laga terakhir Malut United, Septian David Maulana tak dimainkan.
Alfeandra Dewangga
Beda dengan Septian David Maulana, nasib Alfeandra Dewangga justru apes pada musim ini.
Status bintang dan berlabel Timnas Indonesia tak membuat Alfeandra Dewangga menjadi pilihan utama di skuad Persib Bandung.
Padahal, Alfeandra Dewangga beberapa kali diturunkan Persib Bandung di laga pramusim 2025/2026.
Alfeandra Dewangga bak nyungsep (pamor tenggelam,-red) karena tersingkir menyusul banyaknya stok bek dan gelandang Persib Bandung.
Bahkan, lini belakang dan tengah Persib Bandung dihuni pemain-pemain bintang.
Di antaranya seperti Federico Barba, Frans Putros, Julio Cesar, Patricio Matricardi, Marc Klok, Adam Alis hingga Thom Haye.
Alfeandra Dewangga acap kali menjadi penghangat bench Persib Bandung dan masih mengemas nol menit bermain di musim ini.
Pemain versatile tersebut diketahui menjadi andalan dan bintang selama di PSIS Semarang.
Alfeandra Dewangga memperkuat PSIS Semarang pada musim 2019/2020 hingga 2024/2025.
Baca juga : Persib vs Persita di Bali: Misi Tiga Poin Maung Bandung
Ia menorehkan 103 laga dengan koleksi 8.500 menit bermain bagi PSIS Semarang untuk semua kompetisi pada musim 2019/2020 hingga 2024/2025.
Dari 103 laga tersebut, Alfeandra Dewangga mencatatkan enam gol dan empat assist serta 24 kartu kuning, dan satu kartu merah.
Menarik dinantikan, apakah Alfeandra Dewangga segera mendapat menit bermain di Persib Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

