Tes Kemampuan Akademik Nonformal Rendah, Peserta TKA PKBM dan SKB Masih Minim

sekitarbandung.com – Partisipasi peserta dalam Tes Kemampuan Akademik Nonformal (TKA) masih jauh di bawah harapan. Menjelang penutupan pendaftaran, data menunjukkan jumlah siswa dari Pusat Kegiatan

Aracely Azwa

Tes Kemampuan Akademik Nonformal Rendah, Peserta TKA PKBM dan SKB Masih Minim

sekitarbandung.com – Partisipasi peserta dalam Tes Kemampuan Akademik Nonformal (TKA) masih jauh di bawah harapan. Menjelang penutupan pendaftaran, data menunjukkan jumlah siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) belum optimal.

Data Peserta Tes Kemampuan Akademik Nonformal

Menurut laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id, per 30 September 2025 pukul 17.00, pendaftar dari PKBM dan SKB baru mencapai 58.602 murid atau sekitar 24,78 persen dari total sasaran. Dari sisi lembaga, partisipasi tercatat 28,75 persen.

Sebaliknya, pendaftar dari jenjang SMA dan SMK sudah melampaui target nasional 80 persen.

Baca Juga: Acer Indonesia Buka Pendaftaran Predator League 2026, Cari Tim Valorant & DOTA 2 Terbaik

Target SMA Melampaui, Nonformal Tertinggal

Direktur Sekolah Menengah Ditjen PAUD Dikdasmen, Winner Jihad Akbar, menjelaskan capaian TKA formal sudah memuaskan.

“Target kita 80 persen untuk SMA, dan saat ini sudah tembus 83,7 persen. Untuk kesetaraan di PKBM dan SKB memang masih kecil,” ungkapnya.

Pentingnya Tes Kemampuan Akademik Nonformal

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menegaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik Nonformal kini menjadi dasar penyetaraan pendidikan. Hal ini sesuai Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 yang menggantikan aturan uji kesetaraan lama.

“Artinya, TKA inilah yang hasilnya digunakan untuk penyetaraan. Tahun depan tidak ada lagi uji kesetaraan,” tegas Rahmawati.

Aturan baru ini memperkuat posisi lulusan PKBM dan SKB agar setara dengan pendidikan formal.

Tantangan PKBM dan SKB

Ada beberapa faktor yang membuat partisipasi TKA nonformal masih rendah:

  • Minimnya sosialisasi TKA di daerah.

  • Keterbatasan perangkat digital untuk pendaftaran online.

  • Kurangnya motivasi siswa nonformal mengikuti ujian nasional.

Dukungan Pemerintah

Pemerintah terus mendorong lembaga PKBM dan SKB meningkatkan partisipasi. Upaya dilakukan melalui pendampingan pendaftaran, sosialisasi manfaat TKA, hingga penyediaan layanan informasi daring di Kemendikbudristek.

Harapan Masa Depan

Jika partisipasi meningkat, maka pendidikan nonformal akan semakin kredibel. Lulusan PKBM dan SKB bisa melanjutkan pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja dengan sertifikat TKA yang sah dan diakui.

Jumlah peserta Tes Kemampuan Akademik Nonformal dari PKBM dan SKB masih rendah. Padahal, hasil TKA kini menjadi kunci penyetaraan pendidikan setara SMA/SMK sesuai Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar