BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah lewat Inovasi Digital & Transformasi Global

sekitarbandung.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah melalui inovasi digital. Strategi ini dipaparkan oleh Direktur Utama

Aracely Azwa

BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah lewat Inovasi Digital & Transformasi Global

sekitarbandung.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah melalui inovasi digital. Strategi ini dipaparkan oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam forum internasional BI-IILM-IFSB-IsDB Joint High-Level Seminar & Investor Forum di Jakarta.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar sebagai pasar keuangan syariah, mengingat statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, penetrasi perbankan syariah selama lebih dari satu dekade sempat stagnan di bawah 5%. Kehadiran BSI sejak 2021 berhasil mendorong pangsa pasar naik ke level 7–8%, sekaligus menjadi bukti bahwa skala aset besar mampu mengakselerasi pertumbuhan industri ini.

Baca Juga: Indeks Menabung dan Kepercayaan Konsumen September 2025: Tren Menurun 1,6 Poin

Transformasi Digital: BYOND by BSI dan BEWIZE

Salah satu bentuk inovasi digital yang dihadirkan adalah aplikasi BYOND by BSI, sebuah layanan super app yang mengintegrasikan transaksi finansial, sosial, hingga spiritual dalam satu platform. Melalui aplikasi ini, nasabah dapat bertransaksi secara cashless sesuai tren global.

Selain itu, BSI juga meluncurkan BEWIZE by BSI sebagai solusi manajemen kas digital bagi nasabah institusi. Kehadiran layanan ini merupakan jawaban atas kebutuhan perusahaan dalam mengelola transaksi secara aman, cepat, dan terukur.

Sebagaimana disampaikan Bank Indonesia, digitalisasi layanan perbankan syariah adalah kebutuhan yang mendesak.

Mendukung Pasar Modal Syariah Melalui Sukuk

Tak hanya fokus pada perbankan digital, BSI juga aktif dalam mendukung likuiditas pasar modal syariah melalui penerbitan sukuk berkelanjutan ESG senilai Rp8 triliun. Produk ini mendapat sambutan positif dengan oversubscribed lebih dari 100%.

Selain itu, BSI juga berperan dalam program wakaf linked sukuk, yang diarahkan untuk pembiayaan pembangunan berkelanjutan dan kemaslahatan umat. Melalui BYOND by BSI, nasabah kini dapat membeli sukuk baik di pasar primer maupun sekunder.

Informasi mengenai regulasi investasi sukuk dapat ditemukan di situs Kementerian Keuangan RI.

Tantangan dan Fokus Inovasi Keuangan Syariah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut ada lima tantangan yang perlu dijawab agar industri keuangan syariah berkembang lebih cepat:

  1. Ketersediaan produk yang kompetitif.

  2. Pricing yang sesuai misi sosial dan komersial.

  3. Transaksi digital yang mudah diakses.

  4. Kolaborasi antar pelaku industri dan pemerintah.

  5. Penguatan likuiditas pasar modal.

BSI menegaskan bahwa pihaknya siap menjawab tantangan tersebut dengan memperkuat tata kelola (GCG), meningkatkan keamanan digital, serta mengintegrasikan teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence) untuk mendukung pengalaman nasabah.

Untuk memperdalam wawasan terkait keuangan syariah, masyarakat dapat merujuk ke OJK Indonesia.

BSI Menuju Pemain Global

Dengan inovasi digital, penguatan produk syariah, serta dukungan pada instrumen pasar modal, Bank Syariah Indonesia (BSI) kini siap menjadi pemain global. Upaya ini tidak hanya memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia, tetapi juga menempatkan BSI sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi berbasis nilai Islam di tingkat internasional.

BSI menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan fondasi strategis menuju keuangan syariah yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar