sekitarbandung.com – PLN UP2B Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) melalui kegiatan edukatif bertajuk “Reduce & Reuse: Gaya Hidup Minim Sampah” yang digelar di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian lingkungan bisa dimulai dari rumah tangga.
Baca Juga: SCOUTRO Motor Listrik Buatan Mahasiswa ITB, Tembus Medan Hutan Tanpa Suara
PLN UP2B Jawa Barat Dorong Masyarakat Hidup Minim Sampah
Dalam pelatihan tersebut, PLN UP2B Jawa Barat bekerja sama dengan Inwaste Indonesia untuk memberikan edukasi kepada 60 ibu rumah tangga seputar pengelolaan sampah organik. Tujuannya sederhana namun berdampak besar — mengubah limbah dapur menjadi sumber manfaat bagi ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.
“Lingkungan yang bersih dan berkelanjutan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui pelatihan ini, PLN ingin menanamkan kebiasaan positif yang dimulai dari dapur rumah tangga,” ujar Munawwar Furqan, General Manager PLN UIP2B Jawa, Madura, dan Bali.
Pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi juga mengajak peserta praktik langsung memanfaatkan sisa makanan menjadi pupuk kompos dan pakan maggot.
Rahasia Dapur Cermat: Kurangi Limbah, Tambah Manfaat
Salah satu sesi paling disukai adalah “Rahasia Dapur Cermatku”, di mana peserta berbagi tips sederhana dalam mengelola bahan makanan:
-
Membuat perencanaan menu mingguan,
-
Belanja sesuai kebutuhan,
-
Menyimpan bahan makanan agar tahan lama,
-
Mengolah sisa sayuran dan nasi menjadi hidangan baru.
Di akhir pelatihan, setiap peserta menuliskan komitmen pribadi di “Papan Dapur Cermat” — langkah kecil menuju perubahan besar.
“Rumah tangga adalah fondasi masyarakat. Kalau para ibu sadar pentingnya pengelolaan sampah, dampaknya bisa luar biasa bagi lingkungan,” tutur Akhmad Duli, Manager PLN UP2B Jawa Barat.
Kolaborasi PLN dan Desa Cangkuang Wetan
Kepala Desa Asep Kusmiadi menyampaikan apresiasi atas langkah PLN yang sejalan dengan visi desa mereka: “Dari Sampah Menjadi Pangan, Pakan, dan Energi.”
Desa Cangkuang Wetan kini memiliki fasilitas pengolahan sampah terpadu seperti rumah maggot, kolam lele, dan mesin pengolah plastik non-B3.
“Setiap hari, sampah yang masuk ke desa wajib diolah. Tidak boleh ada yang terbuang. Kolaborasi dengan PLN memperkuat ekosistem kami menuju desa bebas sampah,” ujar Asep.
Program ini memperkuat misi PLN UP2B Jawa Barat dalam penerapan prinsip ESG, terutama aspek lingkungan dan sosial.
PLN Wujudkan Komitmen ESG untuk Keberlanjutan
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendekatan ESG, PLN berupaya menciptakan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan kelestarian alam.
“Kami ingin mencetak agen perubahan lingkungan dari kalangan ibu rumah tangga. Sampah bukan lagi masalah, tetapi potensi,” tutup Munawwar.
Melalui inisiatif ini, PLN UP2B Jawa Barat membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di rumah. Edukasi, kolaborasi, dan kesadaran lingkungan menjadi kunci menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pelajari lebih lanjut tentang komitmen ESG PLN Indonesia di www.pln.co.id.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

