Pupuk Indonesia dan PUD Kompak Jaga Pasokan Pupuk di Musim Tanam 2025

sekitarbandung.com – Menyambut musim tanam tahun 2025, PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat kerja sama dengan Pelaku Usaha Distribusi (PUD) agar pupuk bersubsidi bisa tersalurkan lebih

Aracely Azwa

Pupuk Indonesia dan PUD Kompak Jaga Pasokan Pupuk di Musim Tanam 2025

sekitarbandung.com – Menyambut musim tanam tahun 2025, PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat kerja sama dengan Pelaku Usaha Distribusi (PUD) agar pupuk bersubsidi bisa tersalurkan lebih cepat, merata, dan tepat sasaran.
Langkah ini jadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan petani di berbagai daerah tidak kekurangan pupuk saat masa tanam tiba.

Kolaborasi Jadi Kunci di Lapangan

Distribusi pupuk di Indonesia melibatkan banyak pihak — mulai dari produsen, distributor, hingga pengecer tingkat desa. Agar semua berjalan lancar, komunikasi di lapangan harus kuat.
Itulah alasan Pupuk Indonesia menggelar pertemuan dengan para PUD di wilayah Regional 2A untuk menyamakan langkah menghadapi puncak musim tanam.

Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, menegaskan bahwa keberhasilan distribusi tidak hanya soal jumlah pupuk yang tersedia, tapi juga bagaimana koordinasi di lapangan dilakukan secara disiplin dan konsisten.
“Kalau semua jalur bekerja kompak, petani bisa tenang dan produktivitas pertanian bisa terus tumbuh,” katanya dalam sesi pertemuan dengan mitra distribusi.

Baca Juga: USS 2025 Presented by BRImo: Kolaborasi Besar Gaya Hidup dan Inovasi Digital

Ada Penyesuaian Fee untuk Dukung Kinerja Mitra

Untuk memperkuat semangat para mitra, Pupuk Indonesia melakukan penyesuaian margin fee bagi PUD dan subdistributor (PPTS).
Kebijakan ini dimaksudkan agar seluruh pelaku distribusi tetap semangat melayani kebutuhan pupuk di daerah masing-masing.

Dalam kebijakan baru tersebut, fee PPTS meningkat dari Rp75 menjadi Rp144 per kilogram, sementara PUD naik dari Rp50 menjadi Rp62,5 per kilogram.
Perusahaan menegaskan, penyesuaian ini bukan tambahan beban, melainkan bentuk dukungan terhadap mitra yang bekerja keras menjaga kelancaran pasokan di lapangan.

Jaga Stok, Hindari Pelanggaran Harga

Selain fokus pada kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia juga memperketat pengawasan di lapangan.
Setiap PUD diminta aktif melakukan pemantauan stok pupuk di gudang dan kios binaannya, agar tidak ada kekosongan saat permintaan petani meningkat.

Robby juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pupuk bersubsidi adalah hak petani yang perlu dijaga bersama. Kalau semua patuh aturan, distribusi bisa lebih adil dan transparan,” jelasnya.

Beberapa kasus pelanggaran harga yang ditemukan di wilayah 2A telah ditindak tegas, dan mitra yang terbukti melanggar diberhentikan agar sistem tetap bersih.

Peran PUD Sangat Vital bagi Petani

General Manager Regional 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan Fahrurrazi, menegaskan bahwa PUD adalah “tulang punggung” distribusi pupuk nasional.
Menurutnya, PUD bukan sekadar mitra bisnis, tetapi bagian dari sistem ketahanan pangan nasional.

“Kalau rantai distribusi kuat sampai level bawah, petani tidak akan kesulitan mendapatkan pupuk di masa tanam,” katanya.
Ia juga mendorong agar setiap PUD menjaga tertib administrasi dan mempercepat proses pelaporan penyaluran agar data penyaluran pupuk bisa dipantau secara real-time.

Dorong Evaluasi dan Kinerja di Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun, Pupuk Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PUD di seluruh wilayah.
Beberapa PUD dengan realisasi penyaluran yang masih rendah akan mendapat pendampingan agar target tahunan bisa tercapai.

Langkah ini diambil agar sistem distribusi semakin solid menjelang masa tanam berikutnya.
“Dua bulan terakhir ini kita dorong semua tim agar lebih optimal. Targetnya, pupuk tersedia di semua wilayah dan petani bisa menanam tanpa khawatir,” kata Ihwan.

Sinergi untuk Ketahanan Pangan

Dengan memperkuat sinergi bersama PUD dan PPTS, Pupuk Indonesia membuktikan komitmennya untuk terus mendukung petani.
Pasokan pupuk yang tepat waktu tidak hanya menjaga produktivitas pertanian, tetapi juga membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada produksi, tapi juga pada sistem distribusi yang tangguh dan terintegrasi.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar