Pemkab Bandung Siapkan Rp9,5 Miliar Atasi Banjir

sekitarbandung.com – Delapan langkah strategis disiapkan dalam rangka penanggulangan banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Berdasarkan penghitungan Pemerintah Kabupaten Bandung, pelaksanaan delapan langkah strategis itu memerlukan anggaran

Acsyara Aulia

Pemkab Bandung Siapkan Rp9,5 Miliar Atasi Banjir

sekitarbandung.com – Delapan langkah strategis disiapkan dalam rangka penanggulangan banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Berdasarkan penghitungan Pemerintah Kabupaten Bandung, pelaksanaan delapan langkah strategis itu memerlukan anggaran total Rp 9,5 miliar.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, tengah berproses persiapan ren­cana aksi dan pelaksa­na­an teknis perihal penanganan atau penanggulangan banjir di Dayeuhkolot. Penyusunan rencana aksi itu mengikutsertakan unsur pengusaha dan masyarakat.

“Penanganan banjir di Dayeuhkolot bakal berjalan dengan upaya bersama unsur pentaheliks. Upaya bersama itu mulai running (bergerak) pada Januari 2026. Saat ini hingga Desember 2025, lebih dahulu mempersiapkan rencana aksi maupun rencana pelaksanaan teknis dengan mengikutsertakan pihak perusahaan dan tokoh masya­rakat,” ucap Dadang , Rabu 12 November 2025.

Dadang menyampaikan ada delapan langkah strategis penanganan banjir Dayeuh­kolot. Kewenangan sejumlah langkah strategis itu turut berada di instansi lain, seperti Dinas Bina Marga dan Pena­taan Ruang dan Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, serta Balai Besar Wilayah Sungai, tidak hanya Pemkab Bandung.

Adapun langkah stategis itu, ucap Dadang, normalisasi drainase Jalan Moh Toha, normalisasi polder Babakan­sangkuriang, pemba­ngunan rumah pompa beserta pengadaan pompa. Selain itu, normalisasi sungai Cipalasari, pengerukan saluran ling­kungan Bojongasih, pengerukan di connecting drain atau sambungan saluran di wilayah Bojongasih, dan normalisasi u-ditch atau saluran terbuka tipe U.

“Kedelapan langkah strategis itu memerlukan biaya Rp 9,5 miliar. Pemkab Bandung menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk membuat elevasi jembatan Sukabirus dan Pasigaran lebih tinggi dari permukaan air pada sungai. Perinciannya, Rp 4 miliar untuk jembatan Sukabirus dan Rp 1 miliar untuk jembatan Pasigaran,” ucapnya.

Dia mengatakan, sebanyak 30 perusahaan di Dayeuhkolot menyatakan siap untuk ikut serta aktif dalam pe­nanggulangan banjir. Dia ber­harap, sejumlah perusa­ha­an itu turut memberikan kon­tribusi nyata.

“Kami terus berupaya menanggulangi banjir, termasuk di Dayeuhkolot. Dalam pe­nang­gulangan banjir di Dayeuhkolot, bukan urusan pemerintah saja, perlu keikutsertaan pengusaha. Ketika model upaya pentaheliks itu berhasil, perusahaan-perusahaan ikut beroleh manfaat, di antaranya terhindar dari kerugian (materiel) akan dampak banjir,” tutur Dadang.

Penanggulangan banjir dengan model upaya gotong-royong unsur pentaheliks baru saja melalui tahap rapat koordinasi pembahasan si­ner­gisitas pelaksanaan program. Rapat koordinasi digelar di Gedung Pinus Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa, Jalan Moh Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa 11 November 2025.

Salah satu hasil rakor, disepakati penanggulangan banjir dengan model upaya gotong-royong unsur pentaheliks. Pemkab Bandung berkomitmen terus-menerus me­ngawal pelaksanaan program penanggulangan banjir secara pentaheliks.

Sosialisasi

Sementara itu terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menggelar Sosialisasi Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) Kota Cimahi Tahun 2025 di SMPN 9 Cimahi Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi, Rabu 12 November 2025.

Para pelajar terlibat dalam simulasi bencana gempa, mulai dari evakuasi mandiri dari kelas hingga ke titik kum­pul, sampai evakuasi siswa terluka akibat bencana.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, potensi bencana merupakan risiko yang harus di­kelola. “Yang paling penting adalah kesiapan. Sudah beberapa kali dilakukan simulasi bencana, mulai dari permukiman padat penduduk di Cigugur, rumah ibadah, per­kantoran, dan hari ini di lingkungan sekolah,” ujarnya di lokasi.

Baca juga: Villa Murah Bandung: Mewah, Nyaman, dan Estetik!

Pemahaman kesiapan meng­hadapi bencana dila­ku­kan lewat edukasi kepada war­ga sekolah. “Yang paling pertama edukasi, lalu simulasi dan latihan. Nanti harus diingatkan berulang-ulang ke pelajar dan seluruh stakeholder yang ada di sekolah. Setelah itu, nanti masuk sisi teknis kaitannya dengan tata bangunan seperti bangunan di sekolah memenuhi standar tahan gempa dan lain sebagainya,” ucapnya.

Menurut dia, jajaran sekolah perlu memahami potensi bencana di Kota Cimahi. “Hari ini simulasi gempa, ka­rena Cimahi berisiko terkena dampak gempa, apalagi yang disebabkan Sesar Lembang. Bencana lain hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi” ujarnya.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar