Sekitarbandung.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menyalurkan bantuan pendidikan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumatra.
Hingga 15 Desember 2025, Kemendikdasmen telah memetakan kebutuhan layanan pendidikan di daerah terdampak, mencakup:
Kebutuhan Layanan Pendidikan di Wilayah Terdampak
1. Penyediaan 2.873 Ruang Kelas Sementara
Berupa tenda atau ruang kelas darurat semi permanen.
Kebutuhan:
- Aceh: 1.898 unit
- Sumatra Utara: 837 unit
- Sumatra Barat: 138 unit
2. Penyediaan 141.355 Perlengkapan Belajar bagi Siswa
Berupa buku, alat tulis, tas, sepatu, dan seragam.
Kebutuhan:
- Aceh: 84.932 paket
- Sumatra Utara: 50.137 paket
- Sumatra Barat: 6.266 paket
3. Layanan Dukungan Psikososial
- Alat permainan, olahraga, atau recreational kit untuk penunjang dukungan psikososial.
- Lembaga atau relawan penyedia layanan dukungan psikososial berada di 52 kabupaten/kota terdampak.
4. Pendampingan Pembelajaran Darurat
- Tunjangan khusus bagi guru terdampak.
- Pelatihan pendidikan dalam situasi darurat.
- Penyediaan guru atau relawan pendamping sarana pembelajaran.
Bantuan Awal Kemendikdasmen untuk Pendidikan dalam Situasi Darurat
Bantuan awal Kemendikdasmen berupa barang, antara lain:
- 148 unit tenda ruang kelas darurat, dengan 4 tenda telah terpasang di Kota Padang dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat
- 15.000 school kit
- 7.500 bingkisan anak
- 2.000 sepatu
- 700 family kit
- 55.000 eksemplar buku teks dan nonteks
Proses Pengiriman Bantuan
- 40 pengiriman ke Aceh
- 44 pengiriman ke Sumatra Utara
- 25 pengiriman ke Sumatra Barat
Alokasi Anggaran Penanganan Pendidikan Darurat
Untuk mendukung penanganan tersebut, Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan operasional awal sebesar Rp21,1 miliar dari anggaran eksisting dan Rp18,53 miliar dari anggaran revisi.
Anggaran ini digunakan untuk penyediaan sarana pembelajaran darurat, operasional pembersihan sekolah, perlengkapan belajar darurat, serta pendampingan dukungan psikososial bagi warga satuan pendidikan terdampak.
Selain itu, Kemendikdasmen juga menyiapkan anggaran revisi sebesar Rp35 miliar yang secara khusus dialokasikan untuk mendukung 17.500 guru terdampak bencana.
Perkembangan Pelaksanaan Pembelajaran di Wilayah Terdampak
Seiring dengan penanganan darurat, pelaksanaan pembelajaran di wilayah terdampak mulai berangsur pulih. Sejak 8 Desember 2025, pelaksanaan pembelajaran di Aceh telah berlangsung sebagian di sebagian besar daerah terdampak.
Di Sumatra Barat, hampir seluruh daerah terdampak mulai melaksanakan pembelajaran, kecuali sejumlah sekolah di Kabupaten Agam yang masih diliburkan hingga 22 Desember 2025.
Sementara itu, di Sumatra Utara, beberapa daerah masih melaksanakan pembelajaran secara bertahap, sedangkan daerah lainnya telah kembali menjalankan pembelajaran penuh sesuai kondisi masing-masing.

