Sekitarbandung.com – Seorang warga yang pernah menjadi korban tsunami Aceh kini kembali harus menghadapi bencana banjir yang dampaknya disebut lebih parah dari sebelumnya.
Dilansir dari unggahan akun TikTok @yunimakeover pada Minggu (14/12/2025), terlihat seorang ibu yang mengaku telah kehilangan suaminya saat tsunami melanda Aceh pada tahun 2004 silam.
Saat ini, ia kembali harus menghadapi banjir bandang di Aceh Tamiang dengan kondisi yang disebut jauh lebih parah dibandingkan bencana yang pernah dialaminya sebelumnya.
Kondisi tersebut disebut terjadi akibat bantuan yang tidak merata, sehingga masyarakat menderita kekurangan air bersih, harus bertahan di tengah malam yang gelap gulita, serta kehilangan arah karena minimnya bantuan dan fasilitas.
“Ini kami ya yang di kota aja begini nasib kami. Apalgi yang di desa dan di pelosok sana,” tulis pemilik akun dalam caption.
Baca Juga: Tak Mau Mengalah, Pemobil Lawan Arah di Jalan Sempit Berujung Diamuk Warga
Diketahui, para warga dilaporkan telah berada pada kondisi darurat. Mereka terpaksa mengonsumsi daun ubi mentah, minum air genangan, air hujan, maupun air kotor yang tersedia.
Anak-anak dilaporkan tidak memiliki susu, popok, maupun pakaian yang layak. Jaringan komunikasi baru tersedia dalam tiga hari terakhir, sementara warga di pelosok desa disebut belum menerima bantuan sama sekali dan masih benar-benar terisolasi.
“Kalau bukan pemerintah yang tanggung jawab, siapa lagi? Kenapa gak dibuat status bencana nasional biar kami gak mati?” lanjutnya.
Unggahan tersebut sontak menarik perhatian para netizen. Banyak dari mereka yang menyampaikan doa dan harapan agar para korban diberikan kesehatan, kekuatan, serta perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

