Matematika Donasi Ferry Irwandi Itu Tidak Masuk Akal, Berikut Cara Dia untuk Nge-Cheat Logistik!

Sekitarbandung.com – Matematika donasi Ferry Irwandi untuk bencana Sumatra dinilai tidak masuk akal. Dana sebesar Rp7,6 miliar per 20 Desember 2025 justru menghasilkan dampak logistik yang

Dicky Wicaksono

Matematika Donasi Ferry Irwandi Itu Tidak Masuk Akal, Berikut Cara Dia untuk Nge-Cheat Logistik!
Matematika Donasi Ferry Irwandi Itu Tidak Masuk Akal, Berikut Cara Dia untuk Nge-Cheat Logistik! (Threads/@danyhermawaan)

Sekitarbandung.com – Matematika donasi Ferry Irwandi untuk bencana Sumatra dinilai tidak masuk akal. Dana sebesar Rp7,6 miliar per 20 Desember 2025 justru menghasilkan dampak logistik yang disebut setara dengan anggaran Rp15 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu warganet melalui akun Threads @danyhermawaan pada Senin (29/12/2025).

Ia menyebut dana sebesar Rp7,6 miliar bisa berubah menjadi 106 ton beras, tiga ekskavator, sembilan genset surya, bahkan hingga puluhan unit Starlink.

Jika menggunakan hitungan proyekan biasa, uang dengan nominal sebesar itu mungkin hanya menghasilkan setengahnya karena tergerus biaya angkut dan administrasi. Namun menurut Dany, Ferry menggunakan taktik yang ia sebut sebagai “logistik gerilya”.

Menurutnya, Ferry menghindari pemborosan dana donatur untuk ongkos kirim. Lantas, bagaimana solusi yang ia ambil?

Menumpang institusi, Ferry memanfaatkan pesawat TNI dan Polri untuk mengangkut barang berat antarpulau secara gratis dan cepat.

Baca Juga: Ferry Irwandi Umumkan Pengunduran Dirinya dari Sumatra, Uang Donasi Rp 10,3 Miliar Telah 100% Teralokasikan

Bypass tengkulak, dengan bekerja sama bersama Rumah Tani, hasil bumi diangkut langsung dari sumbernya, bukan dibeli di pasar yang harganya sudah mengalami kenaikan berlapis.

Biaya logistik pun ditekan semaksimal mungkin, sehingga volume bantuan yang disalurkan meningkat drastis.

Salah satu hal yang paling mencengangkan adalah soal biaya operasional kecil yang biasanya justru paling menguras anggaran. Biaya sewa pesawat, konsumsi tim, penginapan, hingga bahan bakar tidak diambil dari dana donasi.

Seluruh kebutuhan operasional tersebut ditanggung secara pribadi oleh Ferry serta kas Malaka Project. Prinsip yang dipegang tegas, yakni uang rakyat harus kembali ke rakyat sepenuhnya, sementara urusan operasional berada di urutan berikutnya.

Dalam unggahannya, Dany menyebut langkah ini bukan sekadar aksi charity, melainkan sebuah masterclass manajemen krisis. Ferry dinilai membuktikan bahwa niat tulus yang dibarengi strategi cerdas mampu menghasilkan dampak berlipat.

“Di saat yang lain sibuk membuat laporan pertanggungjawaban untuk memotong biaya admin, Ferry justru memikirkan bagaimana caranya satu rupiah bisa memberi dampak senilai sepuluh rupiah,” tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: Ferry Irwandi, WWF ID, dan Kitabisa Salurkan Bantuan dari Masyarakat Indonesia ke Takengon dan Bener Meriah

Related Post

Tinggalkan komentar