85% Sekolah Terdampak Bencana Siap Laksanakan Pembelajaran Semester Genap

Sekitarbandung.com – Pemulihan layanan pendidikan atau sekolah pascabencana banjir dan longsor terus dipercepat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat jelang awal semester genap.

Dicky Wicaksono

85% Sekolah Terdampak Bencana Siap Laksanakan Pembelajaran Semester Genap
85%, Sekolah, Terdampak, Bencana, Siap, Laksanakan, Pembelajaran, Semester, Genap, Semester Genap, Sekolah Terdampak Bencana (Instagram/@kemendikdasmen)

Sekitarbandung.com – Pemulihan layanan pendidikan atau sekolah pascabencana banjir dan longsor terus dipercepat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat jelang awal semester genap.

Hingga berita ini dimuat, mayoritas sekolah terdampak telah kembali beroperasi dengan data sebagai berikut:

Aceh

  • 81%
  • 2.226 sekolah siap beroperasi
  • 2.756 sekolah terdampak
  • 516 sekolah dalam proses pembersihan
  • 14 pembelajaran menggunakan tenda

Sumatra Utara

  • 95%
  • 902 sekolah siap beroperasi
  • 950 sekolah terdampak
  • 29 sekolah dalam proses pembersihan
  • 19 pembelajaran menggunakan tenda

Sumatra Barat

  • 86%
  • 380 sekolah siap beroperasi
  • 443 sekolah terdampak
  • 42 sekolah dalam proses pembersihan
  • 21 pembelajaran menggunakan tenda

Baca Juga: Internet Satelit Segera Dikirim ke Satuan Pendidikan atau Sekolah yang Tidak Memiliki Koneksi Internet

Sementara itu, penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana yaitu sebagai berikut:

Tanggap Darurat (0-3 Bulan):

  • Penyesuaian Kurikulum Minimum Esensial, di mana kurikulum disederhanakan menjadi kompetensi esensial seperti literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan diri, dukungan psikososial, serta informasi mitigasi bencana.

Pemulihan Dini (3-12 Bulan):

  • Kurikulum Adaptif Berbasis Krisis melalui integrasi mitigasi bencana ke mata pelajaran yang relevan.

Pemulihan Lanjutan (1-3 Tahun):

  • Integrasi permanen pendidikan kebencanaan.

Proses pembersihan dan persiapan pembelajaran darurat tetap berjalan di sejumlah sekolah dengan dukungan tenda, ruang kelas darurat, serta pendampingan.

Sebagai bentuk kehadiran negara, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari perlengkapan sekolah, buku, dana operasional pendidikan darurat, tunjangan, hingga dukungan psikososial.

Selain itu, kurikulum adaptif kebencanaan diterapkan untuk memastikan pemulihan pembelajaran berjalan bertahap dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bagaimana Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Related Post

Tinggalkan komentar