Sekitarbandung.com – Di titik ini, orang akan mulai sadar bahwa tahun baru tidak bisa memberikan apa-apa. Karena yang berubah cuma kita ketika menjalankan kegiatan, mulai dari bangun tidur, beraktivitas, dan tidur lagi.
Dan di sela-sela ini, kita akan mulai berpikir untuk melanjutkan kehidupan ke mana lagi. Bukan karena semangat besar, tetapi karena berhenti bukan pilihan dan masih banyak mie ayam yang harus dinikmatin.
Sialnya hidup harus terus jalan. Mungkin judul lagu Bernadya ini yang tepat. Bukan karena kita yakin semua akan beres, tetapi karena sejauh ini kita selalu menemukan cara untuk bertahan.
Akan ada hari di mana kita merasa kosong, semua berjalan dengan baik, tetapi hati kayak ada yang ganjel. Dan anehnya kita tetap bangun dan besoknya tetap jalan walaupun pegal sedikit.
Badan capek, kepala berisik, dan ingin cepat sampai rumah. Bukan karena rumah mewah, tetapi karena di sana kita boleh diam sebentar. Entah bertemu orang yang kita sayang atau cuma kasur dan lampu kamar. Dan itu cukup untuk menutup satu hari berat.
Kadang yang bikin kita bertahan bukan hal besar. Ngopi sendirian di pagi-pagi, dengarin lagu di motor sambil berangkat kerja, dan merokok sambil bengong.
Mengeluh soal hari yang jenuh sampai dada kerasa penuh. Terus kita tarik napas dan bilang, “Robot bikinan bapak gak boleh rusak”.
Deadline ngejar, tagihan yang belum dibayar, dan status hubungan yang masih abu-abu. Dan kita tetap jalan dan bangkit walaupun sambil ngedumel. Bukan karena gak capek, tetapi karena hidup tetap harus diurus.
Baca Juga: Pulang dari Acara Tahun Baru 2026, Cowok Ini Bantu Ambulans yang Lampunya Mati di Malam Hari
Kalau dipikir-pikir, yang bikin capek sebenarnya bukan masalahnya. Tetapi isi kepala yang terus berantem satu sama lain sembari bilang, “Kok hidup kita begini terus ya?”.
Padahal kalau kita menengok ke belakang, kita sudah berjalan jauh banget. Dulu pusing mikirin nilai, sekarang mikirin orang lain.
Dulu takut gagal, sekarang takut ngecewain. Masalah naik level karena peran kita juga naik. Capek iya, tetapi itu tanda kita sedang bertumbuh.
Bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tetapi untuk menyadarkan kita bahwa perlu untuk berubah sedikit. Lebih jujur sama capek dan lebih berani bilang butuh jeda.
Jangan semuanya kita telan sendiri di kepala dan bikin semuanya jadi gelap. Coba buka diri dan temukan rumah untuk cerita dan tuangkan semuanya agar tidak luber di kepala.
Satu hal yang perlu diingat adalah kita juga bukan orang yang sama kayak setahun lalu. Kita lebih kebal dan tahu batas. Lebih tahu kapan lanjut dan kapan berhenti sebentar. Dan selama kita masih mau jalan, itu sudah lebih dari cukup.
Coba terus mumpung masih muda, walaupun sambil Ya Allah Ya Allah, nangis di pojokan, dan merokok di tongkrongan.

