Memaknai Hari Kusta Internasional, Berikut Potret Kondisi Penyakit Kusta di Jawa Barat!

Sekitarbandung.com – Kusta merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Jika tidak segera dideteksi dan diobati hingga tuntas,

Dicky Wicaksono

Memaknai Hari Kusta Internasional, Berikut Potret Kondisi Penyakit Kusta di Jawa Barat!
Memaknai Hari Kusta Internasional, Berikut Potret Kondisi Penyakit Kusta di Jawa Barat!(Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Kusta merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan.

Jika tidak segera dideteksi dan diobati hingga tuntas, maka infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen yang memicu kecacatan fisik, luka kronis akibat mati rasa, hingga kebutaan.

Lantas bagaimana kondisi kasus penyakit kusta di Jawa Barat? Simak penjelasannya berikut ini!

Jumlah Kasus Penderita Kusta Di Jawa Barat Tahun 2019-2024

  • 2019: 2.101 kasus
  • 2020: 1.407 kasus
  • 2021: 1.314 kasus
  • 2022: 1.722 kasus
  • 2023: 1.768 kasus
  • 2024: 1.802 kasus

Berdasarkan data tahun 2019 hingga 2024, tren penemuan kasus kusta di Jawa Barat menunjukkan fluktuasi yang dimulai dari 2.101 kasus pada 2019, kemudian mengalami penurunan signifikan hingga mencapai titik terendah sebesar 1.314 kasus pada 2021.

Namun, sejak tahun 2022 tren kembali menunjukkan kenaikan bertahap setiap tahunnya, mulai dari 1.722 kasus hingga mencapai 1.802 kasus pada tahun 2024.

Seputar Kusta dan Hari Kusta Internasional

Hari Kusta Internasional dicetuskan pada tahun 1954 oleh Raoul Follereau untuk membangkitkan kepedulian terhadap penderita kusta.

Akhir Januari dipilih untuk mengenang wafatnya Mahatma Gandhi yang gigih memperjuangkan hak-hak penderita kusta.

Gejala Utama Kusta

  • Bercak Mati Rasa:
    Munculnya bercak putih (seperti panu) atau kemerahan pada kulit yang kurang rasa atau mati rasa total terhadap sentuhan, suhu, maupun nyeri.
  • Penebalan Saraf:
    Terjadi pembengkakan atau nyeri pada saraf tepi (biasanya di sekitar siku, lutut, atau leher) yang disertai gangguan fungsi pada tangan atau kaki.
  • Hasil Laboratorium Positif:
    Ditemukannya bakteri penyebab kusta melalui pemeriksaan kerokan kulit (Skin Smear).

Baca Juga: Apa Bedanya Influenza dengan Salesma? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Cara Penularan

  • Kontak Erat dan Lama
    Tertular melalui percikan cairan pernapasan (droplet) penderita yang belum diobati dalam jangka waktu panjang.
  • Kondisi Lingkungan Endemik
    Risiko paparan bakteri lebih tinggi bagi mereka yang tinggal atau berkunjung ke wilayah dengan angka kasus kusta tinggi.
  • Faktor Imunitas dan Hewan
    Daya tahan tubuh yang lemah serta kontak fisik dengan hewan pembawa bakteri (seperti Armadillo) mempermudah infeksi.

Dampak Penyakit Kusta

  • Kerusakan saraf dan fisik permanen.
  • Gangguan penglihatan, risiko glaukoma, hingga kebutaan total.
  • Komplikasi organ dalam.
  • Dampak psikososial.

Pencegahan Kusta

  • Menghindari Faktor Risiko Dan Menjaga Imunitas:
    Membatasi kontak fisik langsung dengan hewan liar tertentu, seperti Armadillo, yang dapat membawa bakteri Mycobacterium leprae. Selain itu, menjaga kesehatan secara umum untuk memastikan sistem kekebalan tubuh tetap kuat merupakan benteng pertahanan utama.
  • Edukasi Masyarakat Dan Penghapusan Stigma:
    Gerakan terpadu dalam memberikan informasi yang benar mengenai kusta sangat penting, terutama di wilayah endemik. Edukasi bertujuan mengubah persepsi masyarakat bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan atau keturunan, melainkan penyakit infeksi yang bisa disembuhkan secara total.
  • Diagnosis Dan Pengobatan Dini:
    Diagnosis dini merupakan langkah krusial untuk menghentikan progresi bakteri sebelum menyerang sistem saraf pusat. Dengan menemukan kasus pada tahap awal, penderita bisa segera mendapatkan bantuan medis untuk mencegah kecacatan fisik yang tidak bisa kembali pulih.

Melalui peringatan Hari Kusta Internasional, seluruh lapisan masyarakat diharapkan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya, gejala, serta upaya pencegahan penyakit kusta.

Momentum ini juga penting untuk menghapus stigma yang masih melekat, sehingga deteksi dini dan pengobatan dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih sehat dan inklusif.

Baca Juga: Pesan Wali Kota Bandung Terkait Isu Super Flu, Warga Diminta Tenang namun Waspada

Related Post

Tinggalkan komentar