Sekitarbandung.com – Pada tahun 2024, prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat berhasil menurun menjadi 15,9 persen, atau turun sebesar 5,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Salah satu ciri-ciri anak stunting yang paling utama adalah tinggi badan yang lebih pendek daripada anak-anak lain seusianya. Beberapa ciri anak stunting antara lain:
- Badan lebih pendek
- Berat badan tidak meningkat
- Perkembangan otak lambat
- Mudah lelah
- Mudah sakit
Jika anak stunting, maka apa dampaknya di masa depan kelak?
- Tubuh menjadi pendek dan kurus
- Lebih sering jatuh sakit
- Kecerdasan di bawah rata-rata
- Gangguan penglihatan
- Gangguan kesehatan mental
- Menderita penyakit kronis
Dampak dari stunting mungkin tidak terasa saat sekarang, tetapi akan terasa di masa depan nantinya.
Menurut penelitian, dampak stunting bisa membuat anak memiliki IQ di bawah rata-rata dan cenderung kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah.
Maka penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat akan berdampak pada kualitas SDM. Inilah upaya yang dilakukan Pemprov Jawa Barat dalam menurunkan angka prevalensi stunting:
- Edukasi gizi seimbang
- Peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak
- Perbaikan akses air bersih dan sanitasi
Kolaborasi dari semua pihak secara menyeluruh merupakan kunci keberhasilan Jawa Barat menurunkan angka prevalensi stunting.
Inilah yang menjadi bukti bahwa program Jabar Zero New Stunting berjalan secara maksimal dan optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Selasa (3/2/2026), mengajak para orang tua untuk mencegah stunting.
“Ingat Ayah-Bunda! Pencegahan stunting itu penting, tetap penuhi nutrisi, dan jaga asupan makanannya, ya,” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Kolaborasi Bandung Iconic 2025 Dorong Penurunan Stunting

