Sekitarbandung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dengan menegaskan bahwa langkah tersebut harus mencerminkan prinsip keadilan.
MUI menyampaikan enam poin sikap resmi yang menuntut agar keikutsertaan Indonesia didukung dengan komitmen kuat terhadap kemerdekaan Palestina.
Dalam tausiyah yang ditandatangani Ketua Umum MUI dan Sekjen tertanggal 3 Februari 2026, MUI meminta pemerintah memastikan bahwa forum itu tidak mendelegitimasi hak Palestina.
MUI juga menekankan bahwa aspirasi rakyat Palestina harus terwakili secara aktif dalam setiap keputusan yang dibuat di Board of Peace.
Baca Juga: Terungkap, Potongan Kain Suci Kiswah Ka’bah Pernah Dikirim ke Jeffrey Epstein
Selain itu, MUI meminta agar prinsip solusi dua negara tetap jadi dasar utama dalam setiap proses perdamaian di forum tersebut.
MUI juga mengingatkan pentingnya keberpihakan terhadap rakyat Palestina agar forum ini tidak disalahartikan sebagai bentuk dukungan kepada pihak penjajah.
Dalam dialog dengan Presiden Prabowo Subianto, MUI menyatakan dukungan bersyarat sepanjang keikutsertaan Indonesia memberi kemaslahatan bangsa dan umat.
MUI kini masih menunggu penjelasan resmi dari Presiden Prabowo tentang strategi Indonesia di Board of Peace.
MUI menegaskan sikapnya berdasarkan ajaran agama dan konstitusi negara demi mencerminkan keadilan dan martabat kemanusiaan, terutama bagi rakyat Palestina.

