Sekitarbandung.com – Motif kematian siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah akhirnya terungkap, yaitu korban memutuskan pertemanan dengan pelaku yang berinisial YA dan APM.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Cimahi, Niko N Adi Putra, melalui konferensi pers, di mana ia menjelaskan bahwa pelaku berjumlah dua orang dan masih berusia di bawah 17 tahun.
Niko menjelaskan bahwa kematian siswa berinisial ZA tersebut merupakan pembunuhan berencana, hubungan kedua pelaku dan korban adalah teman sebaya, dan kedua pelaku ditangkap di Garut.
Barang bukti yang diamankan berupa sebuah pisau yang telah dipersiapkan oleh pelaku di dalam jaket, lalu tak lama kemudian dilakukan penusukan kepada korban.
Baca Juga: SMPN 26 Bandung Berduka, Siswanya Ditemukan Tak Bernyawa di Kampung Gajah
Sebagai informasi tambahan, seorang pelajar dilaporkan ditemukan meninggal dunia di area bekas tempat wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Jumat, 13 Februari 2026 malam.
Korban diketahui merupakan siswa sekolah menengah pertama di Kota Bandung yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarga sejak beberapa hari sebelum ditemukan.
Jasad korban ditemukan di area semak belukar dalam kawasan eks wisata yang sudah lama tidak beroperasi setelah ditutup bertahun-tahun.
Penemuan tersebut bermula ketika seseorang yang sedang melakukan aktivitas pembuatan konten di lokasi melihat keberadaan tubuh korban lalu melaporkannya ke warga sekitar.
Warga yang datang ke lokasi kemudian meneruskan informasi itu ke aparat kepolisian setempat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan autopsi.
Baca Juga: 40 Siswa SMP Tanpa Pendamping Dipulangkan oleh Pemkot Bandung ke Kota Asalnya

