Sekitarbandung.com – Sebuah studi yang dikaitkan dengan lembaga riset ekonomi National Bureau of Economic Research menunjukkan bahwa menikah dengan seseorang yang juga dianggap sebagai sahabat dekat berkaitan dengan tingkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi dan risiko perceraian yang lebih rendah.
Temuan tersebut berasal dari analisis data kesejahteraan rumah tangga yang menilai bagaimana kualitas pertemanan dalam hubungan romantis memengaruhi stabilitas pernikahan dalam jangka panjang.
Dalam studi itu disebutkan bahwa pasangan yang membangun hubungan dari fondasi persahabatan memiliki komunikasi yang lebih terbuka, kepercayaan lebih kuat, serta dukungan emosional yang lebih stabil.
Peneliti juga menemukan bahwa hubungan yang berawal dari kedekatan pertemanan cenderung memiliki konflik yang lebih mudah diselesaikan karena kedua pihak sudah memahami karakter masing-masing sejak awal.
Baca Juga: Reza SMASH Resmi Menikah di KUA Bandung, Akad Sederhana Penuh Makna
Selain itu, pasangan yang menganggap pasangannya sebagai sahabat dilaporkan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami perselingkuhan karena tingkat keterikatan emosionalnya lebih tinggi.
Angka yang beredar di berbagai pemberitaan menyebutkan bahwa stabilitas hubungan bisa meningkat hingga sekitar 70 persen, meski para ahli menekankan bahwa temuan tersebut menunjukkan korelasi dan bukan jaminan mutlak.
Studi tersebut juga menegaskan bahwa faktor lain seperti komunikasi, kondisi ekonomi, kesiapan mental, dan lingkungan sosial tetap berperan besar dalam keberhasilan pernikahan.
Meski begitu, hasil riset ini memperkuat pandangan bahwa menjadikan pasangan sebagai sahabat bukan hanya romantis, tetapi juga bisa menjadi fondasi penting bagi hubungan yang lebih langgeng.
Baca Juga: Nikahan Undang Warga TikTok, Pasangan Ini Dapat Pesan Tulisan Menyentuh di Atas Secarik Kertas

