Sekitarbandung.com – Selain dampak kesehatan selama berpuasa (flu, batuk, dan gangguan pencernaan), Monsun Asia juga memengaruhi kondisi cuaca yang memicu berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.
Nyamuk dengan virus dengue akan cepat berkembang biak pada:
- Suhu hangat (meningkat)
- Kelembapan tinggi
- Genangan air
Virus dengue juga berkembang lebih cepat dalam tubuh nyamuk saat suhu naik. Hal inilah yang membuat penularan ke manusia menjadi lebih singkat dan cepat.
Monsun Asia
Monsun Asia atau Monsun Barat merupakan sirkulasi angin dari Asia ke Australia. Ini terjadi saat posisi semu matahari berada di belahan bumi selatan, akibatnya tekanan udara di Asia menjadi lebih tinggi dibanding Australia.
Baca Juga: Lagi Nanyain Alamat, Jidat Kurir Tiba-tiba Ditepok Sama Ibu Ini karena Ada Nyamuk
3M Plus Jadi Solusi
3M
- Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat tempat penampungan air.
- Mendaur ulang barang-barang yang dapat menampung air hujan.
Plus
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
- Memelihara tanaman pengusir nyamuk.
- Menggunakan kelambu di kamar.
- Memasang kawat kasa di lubang ventilasi.
- Menaburkan bubuk abate nyamuk di tempat yang sulit dikuras.
- Tidak menggantung pakaian bekas pakai.
- Menggunakan lotion atau semprotan anti nyamuk.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Selasa (24/2/2026) mengajak masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.
“Yuk wujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk meminimalisir penyebaran nyamuk Aedes Aegypti agar terhindar dari penyakit DBD. Lingkungan bersih, nyamuk risih,” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Musim Hujan Didatangi Tamu Tak Diundang? Berikut Macam-macam Bunga Pengusir Nyamuk!

