Sekitarbandung.com – Pembangunan halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung resmi dimulai dengan total 232 titik halte yang tersebar di 22 kecamatan.
Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan dalam pengembangan transportasi untuk pelayanan BRT di kawasan Cekungan Bandung.
Halte yang dibangun tersebut terdiri dari:
- 172 bus pole (penanda halte)
- 80 small shelter
- 4 big shelter di lokasi strategis seperti Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.
Saat ini, sekitar 27 titik sudah mulai dikerjakan, di antaranya di kawasan Soekarno-Hatta (sekitar Stadion GBLA), Dago, Wastukancana, BKR, Jalan Ramdan, dan Jalan Merdeka.
Baca Juga: Jalur BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Dishub Siapkan Rekayasa Jalan dan Pengaturan Lalu Lintas
Pembangunan halte BRT ditargetkan rampung pada akhir 2026, dan ke depannya layanan ini juga akan terintegrasi dengan angkutan kota sebagai feeder sehingga memudahkan mobilitas warga Bandung.
Dengan hadirnya ratusan halte tersebut, diharapkan sistem transportasi publik di Kota Bandung dapat menjadi lebih tertata, efisien, dan mampu mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung melalui unggahan akun Instagram @humas_bandung pada Sabtu (7/3/2026), mengimbau masyarakat untuk berhati-hati melintas di sekitar lokasi. 232
“Selama proses pembangunan, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan,” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Sejumlah PKL Cicadas Tolak Rencana Pembangunan Jalur BRT, Spanduk Protes Mulai Bermunculan

