Sekitarbandung.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperluas penggunaan energi terbarukan melalui pemasangan PLTS sebagai bagian dari komitmen terhadap energi bersih.
Hingga awal tahun 2026, PLTS tersebut telah terpasang di 103 titik lokasi yang mencakup sebagai berikut:
- Stasiun
- Balai Yasa
- Kantor
- Griya Karya
- Depo
- Gedung Jakarta Railways Center (JRC) dan Record Center
- Mess perusahaan
Sepanjang tahun 2022-2026, kapasitas yang terpasang mencapai 4.450,65 kWp dengan potensi produksi energi sekitar 5,8-6,2 GWh per tahun.
Produksi energi tersebut bergantung pada potensi sinar matahari di masing-masing wilayah dan setara dengan pengurangan penggunaan listrik berbasis fosil dalam jumlah signifikan.
Pemanfaatan energi surya ini turut meningkatkan efisiensi energi operasional serta berkontribusi pada penurunan emisi hingga lebih dari 5.000 ton CO₂ per tahun.
Pada tahun 2026, KAI menargetkan tambahan kapasitas sebesar 500 kWp sehingga jumlah lokasi pemasangan menjadi 113 titik. Langkah ini memperkuat transformasi KAI menuju operasional yang lebih efisien.
Transformasi KAI mencakup peningkatan layanan sekaligus pengelolaan energi yang lebih efisien, dan PLTS menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Keberlanjutan bagi KAI merupakan arah jangka panjang perusahaan. KAI ingin memastikan setiap perjalanan kereta api yang melayani masyarakat juga membawa dampak positif bagi lingkungan.
Baca Juga: Diproyeksikan Menuju 437 Juta Penumpang pada Tahun 2030, KAI Perkuat KRL Jabodetabek

