Sekitarbandung.com – Belakangan ini ramai di media sosial yang menyebut bahwa durasi puasa di Norwegia hanya sekitar 2,5 jam sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.
Informasi tersebut sebenarnya muncul dari fenomena alam yang terjadi di wilayah utara Norwegia yang berada sangat dekat dengan Lingkar Arktik.
Di wilayah tersebut terdapat fenomena yang dikenal sebagai matahari tengah malam, yaitu kondisi ketika matahari dapat terlihat hampir sepanjang hari pada musim tertentu.
Sebaliknya, pada musim lainnya matahari juga bisa sangat lama tidak muncul sehingga waktu siang dan malam tidak berjalan normal seperti di wilayah tropis.
Karena kondisi alam yang ekstrem tersebut, waktu salat dan puasa tidak selalu bisa mengikuti pergerakan matahari secara normal di daerah tersebut.
Baca Juga: Dari Alam untuk Tubuh yang Berpuasa, Kelapa Jadi Pilihan Menu Berbuka Puasa
Oleh sebab itu, para ulama dan organisasi Islam memberikan panduan agar umat Muslim di wilayah tersebut mengikuti waktu puasa dari kota terdekat yang memiliki siklus siang dan malam yang lebih stabil.
Beberapa komunitas Muslim bahkan memilih mengikuti waktu puasa dari kota lain di Eropa atau mengikuti waktu di Mekkah agar ibadah tetap dapat dijalankan secara wajar.
Angka 2,5 jam yang beredar di media sosial biasanya berasal dari salah tafsir terhadap perhitungan waktu senja atau waktu astronomi tertentu.
Jika mengikuti aturan yang direkomendasikan para ulama, umat Muslim di Norwegia tetap menjalankan puasa dengan durasi yang jauh lebih panjang dari angka tersebut.
Dengan demikian, informasi tentang puasa hanya 2,5 jam di Norwegia bukanlah durasi puasa sebenarnya melainkan kesalahpahaman dalam memahami fenomena alam di wilayah tersebut.

