Sekitarbandung.com – Pemerintah Filipina mulai menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu di sejumlah kantor pemerintahan sebagai langkah untuk menghemat penggunaan energi di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak.
Kebijakan tersebut diambil setelah harga BBM dunia mengalami kenaikan signifikan yang dipicu oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Kondisi tersebut membuat pasokan energi global menjadi tidak stabil sehingga berdampak pada negara-negara yang bergantung pada impor minyak, termasuk Filipina.
Pemerintah Filipina kemudian mengatur pola kerja baru bagi sebagian pegawai pemerintah dengan memperpanjang jam kerja harian namun hanya bekerja selama empat hari dalam satu minggu.
Baca Juga: Benarkah Puasa di Norwegia Hanya 2,5 Jam? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar untuk transportasi serta menekan konsumsi energi di perkantoran.
Selain itu, pemerintah juga mendorong berbagai instansi untuk melakukan penghematan listrik dan membatasi perjalanan dinas yang tidak terlalu mendesak.
Kebijakan tersebut tidak berlaku bagi sektor layanan penting seperti kepolisian, layanan kesehatan, serta unit pelayanan publik yang harus tetap beroperasi setiap hari.
Melalui langkah ini, pemerintah Filipina berharap dapat menekan dampak krisis energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian situasi global.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Cadangan BBM Jepang 254 Hari, Indonesia Sekitar 20 Hari

