Sekitarbandung.com – Teror terhadap media Tempo, pegiat media sosial, dan aktivis lingkungan seperti Novel Baswedan sebelumnya belum satu pun terungkap siapa pelakunya.
Kini teror kembali terjadi. Seorang aktivis HAM, Andrie Yunus, disiram air keras hingga 24% tubuhnya, termasuk mata, tangan, dan dada, mengalami luka bakar yang serius.
Ini bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan alarm keras bagi pemerintah. Jika negara memang tidak terlibat, maka buktikan dengan segera mengungkap pelaku secara transparan.
Sebab jika teror terus terjadi tanpa kejelasan, jangan sampai rakyat akhirnya disalahkan ketika kecurigaan mengarah kepada pemerintah.
Rakyat tidak membutuhkan rasa keprihatinan dari pemerintah. Rakyat membutuhkan tindakan tegas berupa menekan aparat, membongkar pelaku, dan menjamin keselamatan para aktivis.
Tidak perlu mengajari rakyat tentang apa itu bernegara. Seharusnya sebagai aparat pemerintahan mengetahui kewajiban konstitusional dan tidak hanya menjual kalimat yang sama.
Jika masih ada yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman, maka tidak mungkin lagu yang berjudul Di Udara masih dinyanyikan.
Jika aman, seorang anak kecil tidak akan meninggal dunia di tangan kekejaman aparat. Jika aman, maka Aksi Kamisan tidak akan sampai menua di depan istana.

