Kakek Korban Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Dunia Minta Jam Malam dan Barak Militer Diaktifkan Kembali

Sekitarbandung.com – Kakek korban siswa SMAN 5 Bandung yang meninggal dunia di kawasan Jalan Cihampelas sejak Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu (14/3/2026) meminta Pemprov Jawa

Dicky Wicaksono

Kakek Korban Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Dunia Minta Jam Malam dan Barak Militer Diaktifkan Kembali
Kakek Korban Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Dunia Minta Jam Malam dan Barak Militer Diaktifkan Kembali

Sekitarbandung.com – Kakek korban siswa SMAN 5 Bandung yang meninggal dunia di kawasan Jalan Cihampelas sejak Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu (14/3/2026) meminta Pemprov Jawa Barat untuk mengaktifkan kembali jam malam dan barak militer.

Hal tersebut disampaikan oleh kakek Ferry Subrata (77) saat pemakaman almarhum cucunya di TPU Sirna Raga pada Minggu, 15 Maret 2026. Ia menilai kebijakan jam malam dan barak militer sangat efektif.

“Iya, para pemuda di bawah usia 20 tahun pada jam malam diharapkan seperti dulu program KDM. Menjaring dan memasukkan ke barak militer supaya mereka ada pecutan lagi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi keamanan di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, yang menurutnya sudah tidak aman. Korbannya adalah cucunya sendiri yang dikeroyok hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Pemakaman Siswa SMAN 5 Bandung Korban Pengeroyokan Berlangsung Haru, Ibunya Tak Kuasa Tahan Air Mata

“Keamanan di Bandung ini kelihatannya sudah rawan. Korban pulang buka bersama dicegat, kenal juga tidak. Tahunya ini rombongan SMA 5 cegat motornya ditendang,” lanjutnya.

Menurutnya, insiden yang menimpa cucunya tidak bisa dikategorikan sebagai kenakalan remaja, karena menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja merupakan tindakan kriminal.

Oleh karena itu, ia telah meminta kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dan Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, untuk melakukan autopsi terhadap almarhum cucunya.

“Semoga insiden yang terjadi kepada cucu saya tidak terulang kembali di masa depan. Inilah mengapa saya meminta Pak Wali dan Pak Sekda untuk melakukan autopsi,” imbuhnya.

Baca Juga: Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Dunia Diduga karena Dikeroyok, Kini Polisi Buru Para Pelaku

Related Post

Tinggalkan komentar