8 Museum untuk Belajar Sejarah dan Budaya Lewat Wisata di Parijs van Java atau Kota Bandung

Sekitarbandung.com – Selain dijuluki sebagai Parijs van Java, Kota Bandung juga dikenal karena budaya dan sejarah panjang yang mengiringi dinamika perjalanannya, bahkan sejak era Hindia

Dicky Wicaksono

8 Museum untuk Belajar Sejarah dan Budaya Lewat Wisata di Parijs van Java atau Kota Bandung
8 Museum untuk Belajar Sejarah dan Budaya Lewat Wisata di Parijs van Java atau Kota Bandung

Sekitarbandung.com – Selain dijuluki sebagai Parijs van Java, Kota Bandung juga dikenal karena budaya dan sejarah panjang yang mengiringi dinamika perjalanannya, bahkan sejak era Hindia Belanda.

Jejak-jejak budaya dan sejarah tersebut kini tersimpan dan tersebar di berbagai tempat, termasuk museum. Berikut 8 museum yang cocok untuk belajar sejarah dan budaya:

Konferensi Asia Afrika

Tanpa biaya masuk, cukup daftar online sesuai jadwal kunjungan. Di Museum Konferensi Asia-Afrika yang berada di kawasan cagar budaya Gedung Merdeka, pengunjung bisa melihat sejarah Konferensi Asia-Afrika dengan tata ruang pameran yang estetik, lengkap dengan infografis dan koleksi pendukung.

Saung Angklung Udjo

Dengan harga Rp85.000 (dewasa) dan Rp60.000 (pelajar) untuk domestik, serta Rp120.000 dan Rp85.000 untuk internasional.

Di Saung Angklung Udjo kamu bisa mengenal budaya Sunda lewat angklung sekaligus menikmati berbagai pertunjukan budaya hingga sesi angklung interaktif.

Museum Geologi

Dengan harga Rp3.000 (pelajar), Rp5.000 (umum), dan Rp25.000 (wisatawan asing), kamu bisa belajar tentang sejarah bumi di Museum Geologi Bandung yang menghadirkan koleksi fosil, mineral, batuan, hingga replika dinosaurus serta berbagai informasi tentang aspek kebumian.

Museum Monumen Perjuangan Jabar

Dengan harga Rp2.000 (TK/SD/SMP) dan Rp3.000 (SMA/umum), di Museum Sejarah Perjuangan Rakyat Jawa Barat kamu bisa melihat berbagai koleksi benda bersejarah dan mengenal perjuangan rakyat Jawa Barat di tanah Parahyangan.

Baca Juga: Museum Geologi Bandung, Ruang Belajar Sejarah Bumi yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Gedung Sate

Dengan hanya Rp5.000, kamu bisa melihat bagaimana perjalanan pembangunan Kota Bandung melalui timeline sejarah, miniatur Gedung Sate, interactive glass, mini theater audiovisual, hingga film dokumenter yang menceritakan Gedung Sate dari masa ke masa.

Museum Pos Indonesia

Tanpa biaya masuk, kamu bisa mengunjungi Museum Pos Indonesia di samping Gedung Sate.

Museum ini menyimpan koleksi sejarah perposan seperti prangko dari berbagai negara, surat emas raja-raja Nusantara, transportasi pos tempo dulu, hingga seragam pos dari masa kolonial sampai modern.

Sri Baduga

Dengan tiket dewasa Rp5.000, pelajar/anak-anak Rp2.000, dan wisatawan asing Rp10.000, kamu bisa mengunjungi Museum Sri Baduga yang menyimpan berbagai koleksi budaya dan sejarah Sunda.

Contohnya yaitu seperti pakaian tradisional, alat musik, senjata kuno, kerajinan tangan, ukiran kayu, hingga lukisan bersejarah. Total koleksinya mencapai 6.979 benda yang terbagi dalam berbagai klasifikasi.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Tanpa biaya masuk, kamu bisa mengunjungi museum yang menyimpan koleksi perjuangan tentara seperti senjata tradisional (kujang, klewang, pedang bambu, keris), senjata api, diorama, serta ruang sejarah seperti pemberontakan DI/TII.

Inilah mengapa Kota Bandung kerap menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya, baik dari kalangan wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Dengan banyaknya pilihan museum yang tersedia, wisata edukasi di Kota Bandung tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan wawasan baru tentang sejarah dan budaya yang kaya.

Baca Juga: Sesekali ke Wisata Sejarah, Yuk Main ke Museum dan Cagar Budaya!

Related Post

Tinggalkan komentar