Sekitarbandung.com – Untuk pertama kalinya sejak tahun 1972, manusia kembali berhasil keluar dari orbit Bumi untuk mengitari Bulan.
Misi besar NASA bernama Artemis II ini telah berangkat pada Rabu, sekitar pukul 18.35 waktu Florida, Amerika Serikat.
4 Astronot Artemis II
- Reid Wiseman (AS): komandan.
- Victor Glover (AS): pilot dan orang kulit hitam pertama yang terbang sejauh ini.
- Christina Koch (AS): perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke sekitar Bulan.
- Jeremy Hansen (Kanada): warga Kanada pertama yang pergi sejauh ini.
Flyby Mission
Misi ini bukan sekadar misi pendaratan Bulan, melainkan misi flyby. Mereka tidak akan menginjak permukaan Bulan.
Misi flyby merupakan penerbangan yang melintas sedekat 6.513 km dari permukaan Bulan, lalu kembali ke Bumi dengan total perjalanan selama 10 hari. Mirip Apollo VIII tahun 1968, tetapi dengan teknologi tahun 2026.
Rute Artemis II
- Lepas landas dari Cape Canaveral, AS.
- Roket booster melepaskan diri setelah 2 menit lepas landas.
- Enam menit kemudian, ICPS dan Orion berpisah dari bagian inti.
- 90 menit berlalu, mesin dinyalakan untuk menaikkan orbit.
- Orion terpisah dari ICPS.
- 23 jam kemudian, pembakaran translunar injection mengirim Orion untuk perjalanan 4 hari menuju Bulan.
- Flyby bulan.
- Orion memulai perjalanan kembali ke Bumi yang juga memakan waktu 4 hari.
- Parasut dibuka untuk memperlambat Orion saat mendarat di Samudra Pasifik.
Baca Juga: Momen Pilu dan Menyayat Hati Anak di Gaza Bermain Boneka dan Tirukan Prosesi Pemakaman
Untuk Apa Mengitari Bulan?
- Artemis II akan menuju sisi Bulan yang tidak terlihat dari Bumi, yaitu the far/dark side of the Moon, untuk pertama kalinya dalam sejarah.
- Para astronot diberi arahan untuk mengambil beberapa foto Bumi.
- Menguji kesiapan sistem penunjang kehidupan (life support systems) astronot dalam perjalanan luar angkasa, sebagai bagian dari rencana NASA mendaratkan manusia di Bulan pada tahun 2028 untuk eksplorasi ke Mars.
Tukang Ledeng Luar Angkasa
Artemis II mengalami insiden paling manusiawi dalam misi bersejarah ini. Baru 6 jam setelah lepas landas, astronot Christina Koch melaporkan ke Houston bahwa lampu error di toilet berkedip.
Di pesawat bernilai miliaran dolar yang menuju Bulan dengan empat astronot terpilih dari ribuan kandidat, justru masalah yang muncul adalah WC yang mampet.
Masalahnya cukup spesifik, yaitu kipas dalam sistem toilet rusak akibat controller malfunction. Tanpa kipas, tidak ada aliran udara yang dapat menarik kotoran ke sistem pembuangan.
Dalam kondisi tanpa gravitasi, hal ini berarti kotoran bisa mengambang bebas di dalam kabin pesawat, sebuah situasi yang harus segera diantisipasi.
Christina Koch akhirnya menjadi “tukang ledeng luar angkasa” dadakan. Ia berhasil memperbaiki masalah tersebut sehingga toilet dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya.
Kapan Akan Tiba di Bumi?
Artemis II dijadwalkan tiba mengitari Bulan pada Senin, 6 April 2026. Para astronot akan melakukan observasi selama 6 jam sebelum kembali ke Bumi dan diperkirakan tiba pada 10 April 2026.
Channel YouTube NASA juga menayangkan live streaming dari Orion untuk memperlihatkan aktivitas para astronot. Bahkan hingga berita ini dimuat, siaran langsung tersebut masih berlangsung.
Baca Juga: 75 Detik yang Mengubur Mimpi, Pratiwi Sudarmono dan Pupusnya Harapan Indonesia ke Luar Angkasa

