Sekitarbandung.com – Bayangkan kita memiliki presiden yang jago segalanya, mulai dari DJ, pembalap, hingga menulis lebih dari 50 buku. Namanya adalah Gurbanguly Berdymukhamedov dari Turkmenistan.
Mantan diktator ini memiliki julukan “Arkadag” atau Sang Pelindung. Baginya, citra fisik yang kuat adalah kunci utama untuk mengamankan kekuasaan absolut.
Salah satu aksi paling absurdnya, ia pernah mengangkat batang emas murni di depan para menterinya hanya untuk memamerkan kekuatan fisik yang luar biasa.
Bahkan televisi nasional wajib menayangkan dirinya menjadi penembak jitu, memacu mobil reli, sampai nge-rap bersama cucunya. Semuanya harus terlihat sempurna.
Selain itu, Gurbanguly juga membangun patung emas dirinya sendiri setinggi 21 meter di atas tebing marmer. Hal itu menjadi simbol bahwa dirinya adalah manusia pilihan.
Baca Juga: Lebih Kaya dari Apple dan Google, VOC Bangkrut Total Akibat Keserakahan Pejabatnya Sendiri
Namun, kesempurnaan ini pernah goyah. Pada tahun 2013, ia jatuh dari kuda saat balapan dan rekamannya langsung dilarang keras beredar di seluruh negeri.
Secara sosiologis, hal ini disebut “Kultus Individu”. Pemimpin sengaja dicitrakan tanpa cela melalui media yang dikontrol total untuk melegitimasi kekuasaan otoriter.
Di balik aksi-aksi super tersebut, Turkmenistan tetap menjadi salah satu negara tertutup dengan tingkat kebebasan pers yang sangat rendah di dunia.
Gurbanguly membuktikan bahwa narasi yang terus diulang bisa menjadi kebenaran di sebuah negara tertutup. Namun, apakah citra sempurna mampu menutupi realita?
Baca Juga: Budaya Kerja di Swedia yang Bikin Iri Seluruh Dunia

