Jomblo itu Cuan, Inilah Siasat Aplikasi Kencan yang Sengaja Menahan Jodohmu

Sekitarbandung.com – Berselancar di aplikasi kencan dengan niat mencari jodoh. Sudah swipe sampai jempol kapalan, tetapi rasanya tidak ada yang sreg di hati. Padahal, yang

Dicky Wicaksono

Jomblo itu Cuan, Inilah Siasat Aplikasi Kencan yang Sengaja Menahan Jodohmu
Jomblo itu Cuan, Inilah Siasat Aplikasi Kencan yang Sengaja Menahan Jodohmu

Sekitarbandung.com – Berselancar di aplikasi kencan dengan niat mencari jodoh. Sudah swipe sampai jempol kapalan, tetapi rasanya tidak ada yang sreg di hati. Padahal, yang cakep banyak, tetapi kok rasanya hambar.

Bukan salah bio-nya yang garing, tetapi ada yang main belakang. Rahasianya yaitu Match Group (induk Tinder dan Hinge) yang mendapatkan 90 persen cuan dari fitur berbayar.

Logikanya, kalau kamu bertemu jodoh, kamu pasti tidak akan menggunakan aplikasi itu lagi. Jadi, bagi mereka status jomblomu adalah aset yang sangat berharga.

Kalau sedang swipe, rasanya susah untuk berhenti. Pasalnya, sistem memang sengaja memberikan sensasi intermittent reinforcement, alias diberi harapan yang tidak pasti. Menjengkelkan, bukan?

Otak kita itu aneh. Dopamin kita justru meledak bukan saat bertemu jodoh, tetapi saat berharap mendapatkan match. Kamu dibuat kecanduan dengan sensasi notifikasinya, bukan dengan orang di balik layarnya.

Baca Juga: Lindungi Anak dari Bahaya Digital!, Berikut Panduan Batasan Usia menurut PP Tunas

Kita itu sebenarnya tidak sedang mencari cinta, tetapi sedang bermain judi nasib. Bahkan, secara diam-diam profilmu juga diberikan skor yang dinamakan Elo Score.

Algoritma ini bisa dibilang cukup nakal, karena ia sudah tahu siapa “The One” yang paling cocok dengan kamu, justru disimpan terlebih dahulu.

Mereka akan memberikan kamu profil kategori lumayan agar kamu penasaran dan terus swipe. Bagi algoritma, kecocokanmu adalah sebuah kerugian. Benar-benar ngerjain banget, ya?

Oleh karena itu, sekarang kembalilah ke dunia nyata. Jangan membiarkan algoritma dan kepentingan bisnis menentukan siapa yang berhak kamu temui.

Algoritma bisa menahan profil kamu, tetapi saat kamu bertemu seseorang di coffee shop atau kereta, rasa itu tidak akan bisa menahanmu.

Baca Juga: Anak Usia Dini yang Banyak Main Gawai Cenderung Sulit Ngomong

Related Post

Tinggalkan komentar