Kuda Nil Simpan Kekuatan Monster di Balik Tampilan seperti Timbunan Lemak

Sekitarbandung.com – Mengapa kuda nil ada nama “Nil” di dalamnya, padahal kini mereka hidup di Afrika bagian selatan, jauh ribuan kilometer dari sungai itu? Belum

Dicky Wicaksono

Kuda Nil Simpan Kekuatan Monster di Balik Tampilan seperti Timbunan Lemak
Kuda Nil Simpan Kekuatan Monster di Balik Tampilan seperti Timbunan Lemak

Sekitarbandung.com – Mengapa kuda nil ada nama “Nil” di dalamnya, padahal kini mereka hidup di Afrika bagian selatan, jauh ribuan kilometer dari sungai itu?

Belum lagi yang disandangnya yaitu nama “kuda”, padahal tidak ada kemiripan sama sekali dengan kuda.

Sejarah Kelam Kuda Nil

Sejak dahulu, hewan ini memang sudah tersebar luas dari Afrika hingga Timur Tengah. Nama “Nil” tersemat karena di Sungai Nil itulah orang Eropa dan Arab pertama kali mendokumentasikannya.

Populasinya punah akibat adanya pemburuan di Lembah Sungai Nil. Akhirnya, nama “Nil” tertinggal sebagai label sejarah bahwa hewan ini telah punah akibat pembantaian itu.

Namanya boleh kuda nil, tetapi bentuknya seperti babi. Lebih unik lagi, secara DNA mereka justru kerabat terdekat paus dan lumba-lumba.

Mereka terlahir dari nenek moyang yang sama sebelum akhirnya berpisah. Paus dan lumba-lumba pindah ke laut dalam, sementara kuda nil memilih menjelajah di daratan dan sungai-sungai besar di Afrika.

Habitat Beda Membuat Bentuk Fisik Beda

Kalau paus membutuhkan banyak lemak agar bisa beradaptasi di laut, kuda nil membutuhkan otot yang kuat karena hidup di lingkungan arus sungai yang sangat deras.

Di sinilah kuda nil harus menghilangkan fitur mengapung agar bisa kompatibel dengan lingkungannya.

Baca Juga: 7 Tanda Pasangan Red Flag yang Wajib Diketahui Sebelum Putuskan Menikah

Hidup di Sungai tetapi Tidak Bisa Berenang

Demi bertahan hidup di arus deras, alam tidak memberikan mereka pelampung, tetapi justru memberikan pemberat alami.

Kuda nil akhirnya dipaksa untuk tidak bisa berenang agar mereka bisa tetap menapak di dasar sungai. Dengan kata lain, mereka menukar kemampuan berenang dengan kekuatan kaki untuk melawan arus.

Desain serat beton inilah yang membuat tubuh mereka lebih berat daripada massa air.

Tampilan gemoy itu hanya kamuflase. Aslinya, mereka mempunyai stabilitas masif untuk jalan atau lari di dasar sungai paling ganas sekalipun tanpa ikut terseret arus.

Kakinya pendek dengan berat badan 3 ton, pasti kita berpikir hewan ini susah bergerak. Namun, faktanya di darat kuda nil ini bisa menjadi teror karena dapat melesat hingga 30 km/jam.

Bayangkan, 3 ton massa bergerak secepat sepeda motor di gang sempit. Ia bukan lagi hewan menggemaskan, tetapi makhluk yang siap menyeruduk apa pun yang ada di depannya.

Baca Juga: B2F Take Over Marapthon selama Satu Hari? Begini Penjelasan Reza Arap!

Related Post

Tinggalkan komentar