Kasus Campak di Jawa Barat Capai Angka 158 Kasus, Garut dan Tasikmalaya Wilayah Tertinggi

Sekitarbandung.com – Kasus campak di Jawa Barat mencapai angka 158 kasus sejak Januari 2026. Tasikmalaya dan Garut merupakan dua wilayah tertinggi yang terkena campak. Inilah

Dicky Wicaksono

Kasus Campak di Jawa Barat Capai Angka 158 Kasus, Garut dan Tasikmalaya Wilayah Tertinggi
Kasus Campak di Jawa Barat Capai Angka 158 Kasus, Garut dan Tasikmalaya Wilayah Tertinggi (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Kasus campak di Jawa Barat mencapai angka 158 kasus sejak Januari 2026. Tasikmalaya dan Garut merupakan dua wilayah tertinggi yang terkena campak.

Inilah mengapa sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Jawa Barat menginstruksikan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah Garut dan Tasikmalaya.

Bagi masyarakat yang sudah mempunyai anak, tentu akan merasa was-was dengan kondisi seperti ini. Salah satu cara yang bisa diusahakan dan terbaik untuk anak yaitu melindunginya.

Senjata Ampuh Lawan Campak

Buka kembali buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pastikan cap imunisasi di usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD sudah terisi.

Kita validasi mandiri status imunisasi. Jika anak terdeteksi terpapar, maka lakukan hal-hal berikut ini:

  • Isolasi 7 hari setelah muncul bercak merah.
  • Vitamin A dosis tinggi untuk memperkuat daya tahan dan mencegah komplikasi.
  • Nutrisi protein untuk memperkuat imun dalam melawan virus.

Baca Juga: Waspada Darurat Campak Jelang Lebaran, Ikuti Tips dan Trik Berikut Ini!

Faskes Kini Siaga Penuh

Merespons kasus campak yang merebak, kini seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Barat diwajibkan untuk siaga penuh dan diwajibkan melapor temuan suspek dalam waktu maksimal 24 jam.

Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Senin (20/4/2026), mengajak masyarakat khususnya para orang tua untuk meringankan tugas para tenaga kesehatan di lapangan.

“Sebagai orang tua nih Wargi. Hayu kita ringankan tugas para tenaga kesehatan di lapangan yang tak kenal lelah dengan prefentif. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: Kasus Campak Tembus 8.224 Suspek di Indonesia pada Awal Tahun 2026

Related Post

Tinggalkan komentar