Kode Nama Orang Bali, Pengarsipan Keluarga Bersumber dari Naskah Kuno

Sekitarbandung.com – Dalam budaya Bali, beberapa nama masyarakatnya banyak yang mirip dan kembar. Keseragaman nama di Bali ini bukan kebetulan atau minim ide. Namun, hal

Dicky Wicaksono

Kode Nama Orang Bali, Pengarsipan Keluarga Bersumber dari Naskah Kuno
Kode Nama Orang Bali, Pengarsipan Keluarga Bersumber dari Naskah Kuno

Sekitarbandung.com – Dalam budaya Bali, beberapa nama masyarakatnya banyak yang mirip dan kembar. Keseragaman nama di Bali ini bukan kebetulan atau minim ide.

Namun, hal tersebut merujuk pada kearifan lokal yang tertulis di dalam kitab Sastra Kanda Pat Sari. Kitab inilah yang merumuskan konsep Catur Sanak (Empat Saudara).

Orang Bali meyakini harmoni kehidupan bergerak dalam energi kelipatan empat, lalu diterjemahkan menjadi sistem urutan kelahiran yang sekarang kita kenal: Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut.

Makna Keempat Urutan Nama

Berikut makna dari keempat urutan nama dalam catur sanak tersebut:

1. Wayan (Wayah atau Wayahan)

“Paling tua” atau “paling matang”. Diberikan kepada anak sulung yang diharapkan menjadi terdepan dan berfikir matang.

2. Made (Madya)

“Tengah”. Diberikan kepada anak kedua yang menjadi penengah atau perantara, baik di antara saudara-saudaranya maupun dalam kehidupan sosial.

3. Nyoman (Anom)

“Muda” atau “Kecil”. Diberikan kepada anak ketiga yang menandakan bahwa ia adalah yang termuda setelah dua orang kakaknya.

4. Ketut (Ketuut)

Mengikuti atau membuntuti. Diberikan kepada anak keempat yang diibaratkan sebagai anak “bonus” yang sangat disayang.

Keempat nama dasar tersebut diikuti dengan penanda jenis kelamin di depannya, seperti:

  • “I” untuk laki laki (I Wayan atau I Made).
  • “Ni” untuk perempuan (Ni Wayan atau Ni Made).

Kedua nama itu berasal dari Jawa dan tidak identik maupun tidak melekat dengan agama tertentu.

Baca Juga: Selamat Hari Puisi Nasional, Perayaan Mati Rasa bagi Chairil Anwar

Kasta Tanda Nama Depan Berubah

Selain itu, untuk kasta yang lebih tinggi nama depan pasti akan berubah, seperti:

1. Kasta Waisya

Laki-laki menjadi Gusti dan perempuan menjadi Gusti Ayu.

2. Kasta Ksatria

Laki-laki menjadi Anak Agung dan perempuan menjadi Anak Agung Ayu.

3. Kasta Brahmana

Laki-laki menjadi Ida Bagus dan perempuan menjadi Ida Ayu.

Uniknya, orang Bali mempercayai bahwa cukup tiga anak dalam satu keluarga. Nyoman (anak ketiga) dianggap anak terakhir. Sementara Ketut (anak keempat) dianggap anak di luar hitungan ideal.

Berkaitan dengan Angka Tiga 

Kepercayaan tersebut berkaitan dengan konsep Hindu Bali yang kuat dengan angka tiga, yaitu sebagai berikut:

  • Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan).
  • Tri Murti (tiga dewa utama).
  • Tri Kaya Parisudha (tiga perilaku suci).

Nama adalah doa mungkin kalimat yang tepat. Bagi orang Bali, nama bukan panggilan biasa, tetapi di dalamnya ada makna keselarasan hidup dan harapan kebaikan dalam sepanjang hidupnya.

Baca Juga: Cerita di Balik “Wayang Hidup” yang Digagas oleh Abah Asep Sunandar Sunarya

Related Post

Tinggalkan komentar