Sekitarbandung.com – Ki Hadjar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat) dikenal sebagai pelopor pendidikan Indonesia di masa Hindia Belanda sekaligus guru, penulis, dan aktivis. Ia dikenal juga sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.
Namanya memiliki makna mendalam, yaitu Hadjar berarti pendidik, Dewantara berarti utusan rakyat. Nama ini mencerminkan perannya sebagai tokoh pendidikan yang berjuang untuk rakyat di tengah kolonialisme.
Pada tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa untuk memberikan akses pendidikan bagi rakyat kecil. Ia menentang sistem pendidikan kolonial yang tidak adil.
Baginya, pendidikan harus bisa diakses oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial. Pemikirannya yang seperti itulah yang menjadi dasar pendidikan nasional hingga saat ini.
Bahkan, semboyannya masih digunakan sebagai pondasi pendidikan Indonesia, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”
Artinya: di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat atau ide, dan di belakang memberikan dorongan.
Perjuangan Ki Hadjar Dewantara membuka jalan bagi pendidikan yang kita rasakan hari ini. Sekarang, giliran kita semua untuk terus belajar dan memanfaatkannya dengan secara baik.
Mari kita wujudkan pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh anak bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.
Baca Juga: Jurusan Kuliah yang Tidak Sesuai Kebutuhan Kerja Akan Segera Ditutup oleh Pemerintah

