Sekitarbandung.com – Pernah tidak sih kamu sedang capek-capeknya bekerja lalu dalam hati menggerutu dengan perilaku bos yang tidak tahu waktu. Namun, pernah tidak kamu kepikiran, mengapa waktu harus berjalan selama 24 jam dalam satu hari?
Mayoritas dari kita mungkin terobsesi dengan angka 10, 100, atau 1000 karena terasa sangat rapi, bulat, dan mudah untuk menghitungnya. Bahkan skalanya pun juga mudah dibayangkan.
Nah, di sisi lain ada angka 24 jam dalam satu hari dan angka 60 menit dalam satu jam. Bagaimana ceritanya? Bukankah itu angka yang cukup aneh?
Ternyata, dalang di balik angka 24 dan 60 dalam satuan waktu tersebut adalah bangsa Mesir Kuno dan Babilonia. Mereka adalah orang-orang yang secara tidak langsung menentukan pola waktu tidur dan kerja manusia sejak ribuan tahun lalu.
Alasan Mereka Terpikirkan Angka Acak
Bangsa Mesir membagi siang menjadi 10 jam menggunakan jam matahari (sundial), ditambah dengan 2 jam untuk waktu subuh dan senja.
Sementara itu, pada malam hari mereka mengamati 12 rasi bintang (decans) yang melintas bergantian di langit sebagai penanda waktu yang kurang lebih menjadi seperti ini:
12 jam siang + 12 jam malam = 24 jam.
Bagaimana dengan Babilonia?
Bangsa di wilayah Mesopotamia ini memiliki pendekatan berbeda. Mereka sangat menyukai angka 60 karena dianggap sebagai angka yang paling fleksibel. Mengapa begitu?
Hal ini karena angka 60 dapat dibagi habis oleh 1, 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 20, hingga 30.
Inilah alasan mengapa 1 jam terdiri dari 60 menit, bukan 100 menit.
Baca Juga: 4 Bulan Kelahiran Orang yang Paling Mandiri Tanpa Banyak Drama
Angka 12 Dasar 24 Jam
Berbicara tentang angka 12 yang menjadi dasar 24 jam ini sebenarnya berasal dari cara orang zaman dahulu yang menghitung dengan metode sederhana.
Coba gunakan jempol untuk menghitung ruas di 4 jari lainnya. Totalnya ada 12.
Persis seperti cara kita saat awal belajar menghitung yang masih menggunakan bantuan jari.
Sekarang gabungkan angka “12” dari Mesir dan “60” dari Babilonia. Itulah sistem waktu yang digunakan hingga sekarang.
Astronom Yunani seperti Hipparchus kemudian menetapkan hitungan ini sebagai standar yang digunakan secara luas. Hingga akhirnya, sistem ini terus bertahan hingga saat ini.
Revolusi Prancis
Sistem 24 jam ini sebenarnya pernah ditantang ketika Revolusi Prancis, saat Prancis sempat memperkenalkan jam desimal, yaitu 1 hari = 10 jam dan 1 jam = 100 menit.
Mereka ingin membuat sistem waktu yang lebih rapi dan modern, bukan sekadar alternatif. Namun, bagaimana hasilnya?
Tentu saja upaya tersebut gagal, karena masyarakat sudah terlanjur terbiasa dan nyaman dengan sistem 24 jam yang digunakan hingga sekarang.
Baca Juga: 5 Tanda Kolagen Mulai Berkurang yang Perlu untuk Diwaspadai

