7 Pemimpin Dunia yang Menentang Amerika Serikat dan Berakhir Tragis

Sekitarbandung.com – Sejarah mencatat, terdapat beberapa pemimpin dunia yang berani menentang dominasi Amerika Serikat dan semuanya berakhir tragis. Lantas, siapa saja pemimpin dunia tersebut? 1.

Dicky Wicaksono

7 Pemimpin Dunia yang Menentang Amerika Serikat dan Berakhir Tragis
7 Pemimpin Dunia yang Menentang Amerika Serikat dan Berakhir Tragis

Sekitarbandung.com – Sejarah mencatat, terdapat beberapa pemimpin dunia yang berani menentang dominasi Amerika Serikat dan semuanya berakhir tragis. Lantas, siapa saja pemimpin dunia tersebut?

1. Guatemala (1954)

Jacobo Árbenz membagi tanah untuk petani miskin. Amerika marah. CIA menggulingkan pemerintah dalam sepuluh hari, 200.000 orang tewas demi kepentingan perusahaan pisang.

2. Iran (1953)

Perdana Menteri Mohammad Mossadegh berani menasionalisasi minyak. CIA membayar geng jalanan untuk menggulingkan pemerintahan demokratis pertama Iran.

3. Vietnam (1955–1975)

Ho Chi Minh memimpin Vietnam melawan dominasi Amerika. Ketakutan akan komunisme membuat AS menjatuhkan bom lebih banyak daripada seluruh Perang Dunia II.

4. Chile (1973)

Salvador Allende menasionalisasi tambang tembaga. CIA mendanai kudeta militer. Allende tewas di istana, dan ribuan rakyat hilang.

Baca Juga: 6 Konflik yang Paling Berdarah-darah di Asia Tenggara

5. Iraq (2003)

Saddam Hussein digulingkan setelah Amerika menyerbu Irak dengan alasan senjata pemusnah massal. Tak pernah ditemukan, tapi minyak senilai $30 triliun jadi rebutan.

6. Libya (2011)

Muammar Gaddafi merancang mata uang emas Afrika. Ancaman bagi dolar membuat NATO menghujani bom. Libya runtuh, dan Gaddafi tewas.

7. Afghanistan (2001-2021)

Hamid Karzai muncul di tengah invasi panjang Amerika. Mineral $1 triliun dan jalur opium jadi alasan tersembunyi. Dua dekade perang berakhir dengan kepergian mendadak.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik sering melibatkan kepentingan besar yang berdampak luas pada suatu negara dan rakyatnya.

Pada akhirnya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa dinamika kekuasaan global tidak pernah lepas dari konsekuensi besar yang harus ditanggung oleh banyak pihak.

Baca Juga: Demi Tonton Pribumi Nusantara yang Dipajang Layaknya Hewan, Jutaan Orang Eropa Rela Antre Tiket

Related Post

Tinggalkan komentar