Sekitarbandung.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku bahwa dirinya telah bertemu dengan para orang tua siswi SMKN 2 Garut yang rambutnya diduga dipotong secara paksa oleh gurunya.
“Siswi yang di Garut yang dipotong oleh guru (Bimbingan Konseling) BK-nya kemarin orang tua siswinya sudah bertemu dengan saya,” ujarnya saat ditemui di Hotel Aryaduta Bandung, pada Rabu (6/5/2026).
Dedi menjelaskan bahwa siswi-siswi yang berjumlah 18 orang tersebut telah mendapatkan penanganan, yaitu merapikan rambut mereka satu per satu di salon.
“Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon, kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambutnya. Seluruhnya ada 18 orang,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum siswa, Asep Muhidin, mengatakan bahwa insiden tersebut diketahui setelah sejumlah siswi mengadu kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Stainus Garut.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Bantu Pedagang Kios yang Jadi Korban Saat Demo Hari Buruh 2026 di Kota Bandung
Asep mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat siswi kembali ke kelas usai olahraga, lalu seorang guru masuk membawa gunting dan langsung melakukan razia, terutama kepada siswi yang memakai kerudung.
“Alasannya ada laporan masyarakat tentang warna rambut, tetapi kami pertanyakan dasar laporannya. Mengapa tidak melibatkan orang tua, itu lebih etis,” ujarnya, pada Selasa (5/5/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Al Purqon, membenarkan adanya aktivitas pemotongan rambut berwarna tersebut. Hal itu dilakukan lantaran adanya laporan dari wali kelas dan masyarakat.
“Terjadi pemotongan rambut anak yang diwarnai, karena tim BK itu akumulasi dari laporan dari wali kelas dan laporan dari masyarakat bahwa anak SMK katanya rambutnya berwarna bebas,” ujarnya di kantornya, pada Selasa (5/5/2026).
Lebih lanjut, Nur mengungkapkan bahwa kejadian tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak sekolah telah meminta maaf sebesar-besarnya kepada orang tua siswi.

