Sekitarbandung.com – Saat Met Gala digelar setiap tahunnya, mungkin banyak orang yang terbiasa membeli kaos diskonan dari keranjang kuning akan bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya yang dilakukan para tamu di acara tersebut.
Met Gala merupakan acara makan malam eksklusif berbayar yang digelar untuk mengumpulkan dana bagi Costume Institute Metropolitan Museum of Art di Manhattan, Amerika Serikat. Harga tiket Met Gala yaitu sebagai berikut:
2025: US$75.000 (Rp1,23 miliar).
2026: US$100.000 (Rp1,64 miliar).
Sosok penting di balik dunia fashion Vogue adalah Anna Wintour. Ia menjabat sebagai pemimpin redaksi pada tahun 1988-2025 dan dikenal sering menghadirkan gebrakan fashion melalui kurasi kontennya yang sangat keren.
Selain itu, ia juga mempunyai peran besar dalam membesarkan nama sejumlah desainer terkenal, seperti Marc Jacobs dan Alexander McQueen. Bahkan bukan hanya desainer, Anna juga dikenal sebagai sosok yang sangat berjasa sehingga industri fashion menaruh respek besar kepadanya.
1. Brand yang Beli Tiket
Dalam beberapa kasus, tiket Met Gala bukan dibeli langsung oleh artis yang hadir, melainkan oleh brand atau desainer yang mengundang artis tersebut untuk datang.
Sebagai contoh, sebuah brand fashion membeli tiket Met Gala lalu meminta artis tertentu mengenakan dress dari brand mereka saat menghadiri acara tersebut, sehingga mendapatkan exposure seperti Mbappe yang memakai sepatu Nike di World Cup Final.
Baca Juga: 7 Pemimpin Dunia yang Menentang Amerika Serikat dan Berakhir Tragis
2. Seleksi Ketat
Meski tiketnya diperjualbelikan, tidak semua orang bisa membelinya dengan bebas. Para pembeli tiket dan artis yang hadir tetap harus memperoleh persetujuan dari Anna Wintour.
Ibaratnya, Anna yang menentukan siapa dan busana siapa yang layak tampil di Met Gala. Setelah sesi red carpet selesai, acara makan malam Met Gala juga memiliki berbagai peraturan ketat.
Para tamu undangan tidak diperbolehkan menggunakan HP sehingga tidak ada dokumentasi selama acara berlangsung. Bathroom selfie Met Gala tahun 2015 kemudian menjadi sangat ikonik karena adanya larangan tersebut.
Selain itu, menu makan malam juga tidak mengandung bawang. Hal tersebut dilakukan agar para tamu undangan tidak mengalami bau mulut selama acara berlangsung.
3. Peraturan Lainnya
Pengaturan tempat duduk seluruh tamu ditentukan langsung oleh Anna Wintour. Jika ada pasangan yang datang bersama, mereka tidak akan ditempatkan di meja yang sama. Ia ingin seluruh undangan dapat membangun koneksi dengan satu sama lain.
Para tamu undangan juga wajib mengenakan pakaian sesuai tema yang dipilih setiap tahunnya. Pada tahun ini, Met Gala mengusung tema Fashion is Art.
Raul Avila
Seperti kata-kata motivator yang mengatakan bahwa tidak ada kesuksesan yang dibangun sendirian, hal tersebut juga berlaku dalam penyelenggaraan Met Gala.
Raul Avila, seorang pengusaha event designer, menjadi sosok penting di balik kesuksesan teknis Met Gala sejak tahun 2007. Instalasi, dekorasi, pencahayaan, dan berbagai kebutuhan lainnya menjadi tanggung jawab besar dirinya.
Baca Juga: 6 Konflik yang Paling Berdarah-darah di Asia Tenggara

