Sekitarbandung.com – Di dunia hobi diving laut, terdapat istilah muck diving. Peminatnya rata-rata merupakan pecinta fotografi makro bawah laut. Indonesia pun mempunyai surganya muck diving, yaitu Selat Lembeh di Bitung, Sulawesi Utara.
Muck diving sendiri merupakan jenis aktivitas menyelam (scuba diving) yang dilakukan di dasar perairan berlumpur, berpasir, atau berpuing, yang sering kali mempunyai jarak pandang sangat rendah.
Selat Lembeh mempunyai 92 titik penyelaman dengan lebih dari 300 spesies biota laut, termasuk 29 ragam biogeografik spesies endemik yang berevolusi selama ribuan tahun.
Selat Lembeh dikenal dengan kehidupan biota lautnya yang berada di kubangan pasir bercampur tanah di dasar laut dan mempunyai julukan The Mecca of Muck Diving atau Makkah-nya muck diving.
Baca Juga: Momen Ketika Punya Bapak Fotografer, Ulang Tahun Anak Laki-laki ini Sangat Berkesan
Pemerintah Kota Bitung juga sedang gencar mempromosikan budaya pesisir Pulau Lembeh dengan mengadakan Festival Selat Lembeh secara rutin setiap tahunnya.
Jika Brasil mempunyai Patung Yesus Penebus setinggi 30 meter, maka Pulau Lembeh juga mempunyai patung serupa dengan tinggi yang hampir sama.
Hal tersebut menandakan bahwa Pulau Lembeh bukan hanya sekadar destinasi wisata bahari, melainkan juga destinasi wisata religi.
Keindahan bawah laut, kekayaan biota unik, hingga budaya pesisir yang terus dilestarikan membuat Selat Lembeh menjadi salah satu destinasi istimewa yang dimiliki Indonesia.
Baca Juga: 10 Curug di Bandung yang Mudah Dijangkau dan Hidden Gem, Semua Punya Spot Foto Terbaik

