Sekitarbandung.com – “Kicau Mania” merujuk pada komunitas penggemar burung kicau di Indonesia yang aktif sejak era 1990-an, terutama di Pulau Jawa.
Kegiatan utamanya meliputi lomba gantangan, pertukaran spesies, dan ritual harian mendengarkan kicauan burung pada pagi hari.
Pada awal tahun 2026, sebuah lagu berjudul “Kicau Mania” oleh Ndarboy Genk dirilis dengan target audiens komunitas asli tersebut.
Hanya dalam waktu tiga bulan, istilah ini diadopsi oleh demografi yang sama sekali berbeda, yaitu pengguna TikTok berusia 17 hingga 34 tahun yang mayoritas berdomisili di kota besar.
Bersamaan dengan populernya lagu tersebut, lahir sebuah gerakan tari khas, yakni tangan kanan menutup hidung dan tangan kiri mengipas seperti sayap.
Setelah itu, badan bergoyang mengikuti irama dangdut modern. Pencipta gerakan aslinya hingga kini tidak diketahui.
Baca Juga: Denmark Konsisten Jadi Negara dengan Tingkat Korupsi Terendah selama Bertahun-tahun
Pola serupa juga terlihat pada istilah seperti “tribrata”, “santuy”, dan “anjay” yang awalnya berasal dari subkultur tertentu, lalu diadopsi secara luas tanpa membawa konteks aslinya.
Pierre Bourdieu menyebut perilaku kolektif yang terbentuk tanpa kesadaran tersebut sebagai “habitus”. Meski ia tidak pernah membahas TikTok, konsep yang dijelaskan memiliki pola serupa.
Hal yang membedakan Kicau Mania dari beberapa tren musik lainnya yaitu kemampuannya untuk berfusi dengan tren global.
Audio ini secara konsisten dipasangkan dengan koreografi Scuba Dance asal Amerika, sehingga menghasilkan format hibrida yang kemudian justru diekspor kembali ke kreator luar negeri.
Pada akhirnya, Kicau Mania bukan sekadar tren musik, melainkan studi kasus tentang bagaimana budaya kelas pekerja Indonesia diterjemahkan ulang oleh generasi urban, lalu didistribusikan ke seluruh dunia melalui algoritma.
Selama enam bulan ke depan, fenomena serupa kemungkinan akan terus berulang. Hanya saja, yang membedakan hanyalah istilah yang digunakan.
Baca Juga: Minggu Berdarah MPL ID S17 Telah Memakan Satu Korban, Tim Lain Harus Berusaha Keras untuk Bertahan

