Sekitarbandung.com – Proses pengelolaan Bandung Zoo hingga kini belum menemukan titik terang. Inilah mengapa Pemkot Bandung akan melakukan lelang ulang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa saat lelang pertama banyak lembaga yang mendaftar. Namun, setelah melalui proses panjang, tersisa tiga lembaga saja.
Farhan merinci bahwa ketiga lembaga konservasi yang mendaftar menjadi pengelola Bandung Zoo tersebut yaitu Gembira Loka Yogyakarta, Taman Safari Indonesia, dan Faunaland Jakarta.
“Tiga kemarin sudah dibuka, kemudian dilakukan negosiasi ulang. Nah, untuk mengubah dokumen lelang, tidak dengan serta-merta bisa diubah, tetapi harus diajukan kembali dalam bentuk lelang ulang. Memang peraturan menteri dalam negeri seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenhut dan Pemkot Bandung Sepakat Perpanjang MoU Perawatan Bandung Zoo
“Jadi ini mah tinggal urusan administrasi saja. Tiga calon kuat tersebut yang pertama yaitu ada Gembira Loka. Kemudian Faunaland dari Jakarta, terus Taman Safari,” lanjutnya.
Berdasarkan dokumen pengumuman, lelang ulang pengelolaan Bandung Zoo dimulai pada 26 Mei 2026. Penjelasan tender dilakukan pada 3 Juni 2026, disusul pemasukan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026.
Setelah itu, jadwal pelaksanaan tender dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Penetapan mitra dilakukan pada 9 Juni 2026, dan penandatanganan kerja sama dilakukan pada 12 Juni 2026.
Lebih lanjut, Pemkot Bandung berharap proses lelang ulang ini dapat berjalan lancar, sehingga pengelolaan Bandung Zoo ke depannya bisa lebih optimal dan profesional.
Baca Juga: Kedua Tender KSP Bandung Zoo Resmi Dimulai, Berikut Jadwal Tender dan Lokasinya!

