Prabowo dan Misteri Tim Mawar, Pasukan Elit yang Bergerak secara Senyap

Sekitarbandung.com – Jauh sebelum tragedi 1998 terjadi, Letjen Prabowo Subianto merupakan salah satu perwira paling bersinar dalam sejarah militer Indonesia karena dikenal sebagai lulusan cemerlang

Dicky Wicaksono

Prabowo dan Misteri Tim Mawar, Pasukan Elit yang Bergerak secara Senyap
Prabowo dan Misteri Tim Mawar, Pasukan Elit yang Bergerak secara Senyap

Sekitarbandung.com – Jauh sebelum tragedi 1998 terjadi, Letjen Prabowo Subianto merupakan salah satu perwira paling bersinar dalam sejarah militer Indonesia karena dikenal sebagai lulusan cemerlang dengan karier yang melesat cepat.

Selain itu, ia juga dipercaya menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus di usia yang relatif muda. Di bawah kepemimpinannya, Kopassus diakui sebagai salah satu pasukan elite paling mematikan di dunia.

Prestasinya bukan sekadar gelar di atas kertas. Pada tahun 1996, dunia internasional memberikan perhatian besar ketika ia memimpin langsung Operasi Mapenduma.

Operasi militer senyap di pedalaman Papua tersebut berhasil menyelamatkan belasan peneliti asing dan Indonesia yang disandera oleh kelompok OPM. Reputasinya sebagai komandan lapangan pun berada di puncak kejayaan.

Roda Sejarah Berputar Sangat Kejam

Namun, roda sejarah berputar dengan sangat kejam. Memasuki tahun 1998, Indonesia dihantam krisis moneter dan gelombang protes yang mengancam stabilitas pemerintahan Orde Baru.

Di tengah kepanikan rezim untuk meredam suara-suara kritis, sebuah tim kecil rahasia dibentuk di bawah naungan Grup IV Kopassus. Tim ini kemudian dikenal dengan nama sandi Tim Mawar.

Baca Juga: Ketua Badan Gizi Nasional, Dadan, Dicopot Presiden Prabowo, Berikut Alasannya!

Targetnya yaitu Para Aktivis Pro-demokrasi

Berbekal dalih “mengamankan stabilitas negara”, Tim Mawar bergerak secara senyap. Target mereka adalah para aktivis pro-demokrasi yang dianggap berbahaya oleh penguasa saat itu.

Sembilan aktivis berhasil dikembalikan dalam keadaan hidup, namun belasan lainnya hilang tanpa jejak hingga kini. Operasi rahasia ini menjadi salah satu kasus pelanggaran HAM yang paling kelam dalam sejarah modern Indonesia.

Operasi Senyap Ini Terbongkar

Ketika rezim Orde Baru akhirnya runtuh, tabir operasi senyap tersebut mulai terbongkar. Sebagai komandan, Prabowo Subianto kemudian dihadapkan ke Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Meski menyatakan adanya misinterpretasi terhadap perintah yang diberikan, ia mengambil alih tanggung jawab komando atas tindakan anak buahnya. Ia resmi diberhentikan dengan hormat dari dinas kemiliteran pada Agustus 1998.

Namun, keputusan ini ternyata memicu efek bola salju yang jauh lebih besar. Skandal Tim Mawar dan krisis tahun 1998 menjadi titik balik sekaligus katalis reformasi besar-besaran di tubuh angkatan bersenjata.

Tragedi ini memperkuat tuntutan publik yang kemudian berujung pada penghapusan Dwifungsi ABRI. Militer secara bertahap ditarik dari ranah politik praktis dan kembali fokus pada fungsi pertahanan negara.

Selain itu, Polri dipisahkan dari TNI dan doktrin militer Indonesia mengalami perubahan besar sebagai bagian dari upaya memperkuat penghormatan terhadap supremasi sipil.

Baca Juga: Sehari Pasca Soeharto Mundur, Presiden Habibie Perintahkan Copot Prabowo dari Jabatannya

Related Post

Tinggalkan komentar