7 Jurus yang Dilakukan oleh Jepang untuk Atasi Kebodohan

Sekitarbandung.com – Ada beberapa jurus yang dilakukan oleh Jepang dalam mengatasi kebodohan yang terjadi di masyarakat. Lantas, jurus-jurus apa saja yang dimaksud tersebut? 1. Shoshin

Dicky Wicaksono

7 Jurus yang Dilakukan oleh Jepang untuk Atasi Kebodohan
7 Jurus yang Dilakukan oleh Jepang untuk Atasi Kebodohan

Sekitarbandung.com – Ada beberapa jurus yang dilakukan oleh Jepang dalam mengatasi kebodohan yang terjadi di masyarakat. Lantas, jurus-jurus apa saja yang dimaksud tersebut?

1. Shoshin – Jangan Sok Tahu

Shoshin berarti memiliki “pikiran pemula”. Artinya, jangan merasa paling benar dan malu belajar dari nol.

Banyak orang susah berkembang bukan karena tidak pintar, tetapi karena gengsi untuk bertanya dan mengakui bahwa dirinya belum paham.

2. Yoin – Kasih Jeda ke Otak

Dalam estetika Jepang, yoin berarti “sisa rasa” atau jeda setelah sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, jurus ini digunakan sebelum marah atau sebelum mengambil keputusan.

Banyak tindakan bodoh terjadi karena otak kalah cepat dari emosi. Jadi, diam sebentar terkadang lebih bijak daripada langsung bertindak.

3. Kata – Ulangi Pola Benar hingga Otak Terbiasa

Dalam bela diri Jepang, kata adalah gerakan yang dilatih berulang kali hingga menjadi otomatis. Ini bisa menjadi jurus untuk melawan “otak lemot” karena otak membutuhkan pola, bukan hanya motivasi.

Misalnya, setiap belajar selalu dimulai dengan membaca, mencatat, mengulang, lalu menjelaskan kembali. Jika pola yang baik terus diulang, maka otak akan menjadi lebih tajam tanpa harus menunggu mood.

4. Kuuki Yomu – Belajar Baca Situasi

Di Jepang, ada istilah kuuki yomu yang berarti “membaca udara” atau membaca suasana.

Hal ini sangat relevan karena terkadang seseorang terlihat “bodoh” bukan karena kurang pintar, melainkan karena tidak mampu membaca momen. Misalnya, bercanda pada waktu yang salah atau berbicara terlalu jujur hingga menyakiti lawan bicara.

Baca Juga: Game Buatan Developer Lokal Ini Disangka Bikinan Jepang

5. Shisa Kanko – Tunjuk dan Sebut

Di Jepang, masinis kereta sering melakukan shisa kanko, yaitu menunjuk sesuatu sambil menyebutkannya dengan suara.

Tujuannya adalah membantu otak mengurangi kesalahan. Jurus ini dapat diterapkan ketika seseorang sedang sering teledor.

Misalnya, sebelum pergi mengatakan, “HP sudah, dompet sudah, dan kunci sudah.” Kedengarannya sederhana, tetapi cara ini membuat otak lebih sadar dan tidak bertindak secara asal.

6. Andon – Berhenti Dahulu jika Ada yang Salah

Di pabrik Jepang, andon merupakan sinyal untuk berhenti ketika ada masalah. Jurus ini mengajarkan kita agar tidak memaksakan diri untuk terus lanjut ketika kondisi sudah tidak ideal.

Jika seseorang sedang belajar tetapi tidak paham, berdebat dalam keadaan emosi, atau mengerjakan tugas secara asal-asalan, maka lebih baik berhenti sejenak sebelum membuat kesalahan yang lebih besar.

7. Mottainai – Jangan Buang Waktu

Mottainai dapat diartikan sebagai “sayang kalau disia-siakan”. Istilah ini biasanya digunakan untuk makanan, tetapi juga bisa diterapkan pada waktu dan kemampuan diri.

Menghabiskan waktu berjam-jam untuk scroll tanpa sadar, menunda tugas, atau malas belajar padahal ada kesempatan juga merupakan bentuk mottainai. Jurus ini membuat kita berpikir,

“Sayang banget kalau otak gue cuma digunakan untuk hal yang tidak membuat berkembang.”

Baca Juga: Ilmuwan Jepang Kembangkan Darah Artifisial, Bisa Didonorkan untuk Semua Golongan

Related Post

Tinggalkan komentar