Sekitarbandung.com – Potret eks Bos BGN, Dadan Hindayana, saat ditangkap kemarin sempat membuat publik bertanya-tanya, mengapa menggunakan rompi merah muda, bukan rompi oranye?
Perbedaan rompi tahanan ternyata tidak hanya soal tampilan semata. Namun, terdapat makna, fungsi, dan filosofi yang dibentuk dalam sistem hukum serta pengawasan.
Lantas, bagaimana perbedaan arti dan filosofi di balik warna rompi tahanan di Indonesia tersebut? Simak penjelasannya berikut ini!
Rompi Oranye
- Digunakan oleh tahanan pidana umum dan pidana khusus Polri.
- Digunakan oleh tahanan KPK.
- Memudahkan identifikasi tahanan.
- Visualisasi simbol peringatan dan kontrol.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi, Begini Modus yang Dilakukan oleh 3 Eks Pimpinan BGN
Rompi Merah Muda
- Digunakan oleh tahanan pidana khusus Kejagung RI.
- Identitas khusus tahanan korupsi.
- Visualisasi rasa malu sosial dan kejatuhan moral.
Rompi Merah
- Digunakan oleh tahanan pidana umum Kejagung RI.
- Visualisasi simbol pelanggaran serius.
- Pembeda kategori tahanan.
- Penanda pengawasan ketat.
Perbedaan warna rompi tersebut menunjukkan bahwa setiap institusi penegak hukum memiliki sistem identifikasi tersendiri untuk membedakan kategori tahanan berdasarkan jenis perkara maupun kebutuhan pengawasan.
Selain berfungsi sebagai identitas visual, penggunaan warna rompi tahanan juga menjadi bagian dari upaya membangun keteraturan administrasi, memudahkan pengawasan, serta memberikan pesan simbolis yang berkaitan dengan proses penegakan hukum.
Baca Juga: Sehari Usai Dicopot, Eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, Ditahan oleh Kejagung

